Berita

julie bishop/net

Dunia

Pasca Isu Spionase, Australia Ajak Indonesia Perbaiki Hubungan

SELASA, 19 AGUSTUS 2014 | 12:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menyebut bahwa pihaknya telah menemukan kesepakatan bersama dengan Indonesia untuk mengakhiri perselisihan soal klaim aksi spionasi yang dilakukan agen Australia terhadap Presiden Indonesia.

Kepada kantor berita ABC Bishop menyebut, ia akan segera datang ke Jakarta untuk menandatangai kode etik yang diminta Indonesia sebelum menormalisasi hubungan diplomatik kedua negara.

"Kami telah mencapai kesepakatan dalam kesepahaman bersama dan kami saat ini tengah merancang waktu untuk menandatanganinya," kata Bishop pada Selasa (19/8).


Kesepakatan yang dibuat itu diharapkan dapat meredakan ketegangan hubungan kedua negara pasca isu spionase yang dilakukan agen Australia terhadap komunikasi telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, istrinya serta delapan Menteri Indonesia lainnya pada tahun 2009.

Isu yang dihembuskan mantan kontraktor badan intelijen Amerika Serikat NSA, Edward Snowden itu mencuat pada November tahun lalu. Akibatnya, Indonesia sempat menarik duta besarnya dari Australia dan menghentikan sejumlah kerjasama bilateral

Setelah kesepakatan itu ditandatangani, hubungan kedua negara dapat kembali normal dan sejumlah kerjasama yang sempat dihentikan seperti dalam bidang intelijen, militer, serta perbatasan kedua negara akan dapat dilanjutkan kembali.

Bishop sendiri belum memastikan kapan ia akan bertolak ke Indonesia. Namun ia memastikan kedua negara akan saling menghormati kedaulatan masing-masing.

"Ini berarti kita tidak akan menggunakan sumber daya intelijen untuk merugikan kepentingan Indonesia," demikian Bishop. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya