Berita

bbc

Dunia

Pasukan PBB Bentrok dengan Pendukung Presiden Terguling Haiti

JUMAT, 15 AGUSTUS 2014 | 14:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Haiti terpaksa bentrok dengan para pendukung Presiden Jean-Bertrand Aristide di ibukota Haiti, Port-au-Prince.

Bentrokan itu terjadi setelah puluhan pendukung itu mendirikan barikade di luar rumah Aristide dan membakar ban karena khawatir PBB akan menangkap Aristide.

BBC pada Jumat (15/8) mengabarkan, Aristide sendiri diketahui menghadapi tuduhan pencucian uang, korupsi, dan perdagangan narkoba, namun pendukunganya menyebut tuduhan itu bermotif politik. Padahal pekan ini hakim telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Aristide.


Pasukan PBB menembakkan granat asap demi membubarkan para pengunjuk rasa setelah mobil yang membawa staf PBB diserang.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa tim keamanan PBB menyelamatkan dua staf PBB, dan kemudian pasukan penjaga perdamaian membersihkan pengunjuk rasa dan barikade mereka, serta mengambil kendaraan PBB dengan menggunakan granat asap dan kendaraan lapis baja," kata seorang pejabat PBB.

Aristide merupakan presiden pertama yang dipilih secara bebas di Haiti setelah 200 tahun merdeka. Namun ia digulingkan menyusul pemberontakan yang terjadi pada tahun 2004.

Ia menghabiskan tujuh tahun di pengasingan di Afrika Selatan sebelum akhinrya kembali ke negara itu pada tahun 2011.

Sejak tahun 2004, lebih dari 10 ribu pasukan penjaga perdamaian PBB dikerahkan untuk memulihkan ketertiban di negara itu. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya