Berita

narendra modi/net

Dunia

Modi: Kasus Perkosaan Bikin Malu India!

JUMAT, 15 AGUSTUS 2014 | 12:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

India telah dipermalukan oleh rentetan kasus perkosaan yang banyak terjadi beberapa waktu terakhir.

"Ketika kami mendengar tentang kasus perkosaan, kepala kita menggantung malu," kata Perdana Menteri India Narendra Modi dalam pidatonya di Hari Kemerdekaan India (Jumat, 15/8).

Modi menyerukan kepada semua orang tua agar dapat lebih mengambil tanggung jawab untuk mengawasi perilaku anak-anak lelakinya. Kata Modi, para orang tua wajib mengajari anak laki-lakinya batasan yang jelas mengenai perilaku yang benar dan salah.


"Mereka yang melakukan pemerkosaan juga merupakan anak lelaki dari orang tua. Ini adalah tanggung jawab orang tua untuk menghentikan mereka sebelum mereka mengambil jalan yang salah," tambahnya.

Modi juga menyerukan kepada seluruh masyarakatnya untuk menghentikan diskriminasi terhadap anak perempuan.

Perlu dikabarkan, kasus kekerasan seksual dan perkosaan di India mengalami peningkatan drastis terutama sejak adanya kasus perkosaan seorang mahasiswi oleh sekelompok pemuda di dalam bus di Delhi pada Desember 2012 lalu. Bukan hanya warga India, kasus serupa juga terjadi kepada wisatawan asing yang datang ke India.

Menyusulnya maraknya kasus pemerkosaan, muncul protes dari masyarakat India yang menuntut adanya hukum bari demi melindungi hak-hak perempuan.

Selain menyoroti masalah kasus perkosaan yang marak terjadi, dalam pidato yang sama, Modi juga berjanji untuk memastikan akses ke rekening bank bagi semua warga negaranya. Di India, sekitar 40 persen warganya masih mengalami kesulitan akses ke layanan keuangan resmi, sehingga praktik rentenir yang mematok bunga tinggi masih marak terjadi.

Bukan hanya itu, Modi juga menyerukan bagi seluruh pebisnis dan anggota parlemen untuk membantu memastikan pembangunan toilet ditempat umum, kantor, atau sekolah, terutama untuk wanita.

Dikabarkan BBC, Modi membuat gebrakan dengan pisatonya itu. Pasalnya, berbeda dengan para pendahulunya, dalam pidato hari kemerdekaan, Modi memilih untuk tidak membaca teks pidato yang telah disiapkan dan ia juga tidak menyinggung soal hubungan India-Pakistan. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya