Berita

ilustrasi/net

Dunia

Pentagon: 100 Persen Senjata Kimia Suriah Telah Dimusnahakan

RABU, 13 AGUSTUS 2014 | 11:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Persediaan material pembuat gas sarin mematikan milik Suriah dipastikan telah dihancurkan sepenuhnya.

Begitu penegasan dari Pentagon yang memimpin operasi pemusnahan bahan kimia di Suriah. Pemusnahan itu dilakukan oleh para pakar di atas kapal penetral milik Amerika Serikat, Cape Ray.

"Saya senang mengumumkan bahwa awak kapal Cape Ray telah menyelesaikan netralisasi 100 persen material (pembuat) sarin di atas kapal yang berjumlah sekitar 581 metrik ton material yang dinetralkan," kata juru bicara Pentagon, Steve Warren dikabarkan Russia Today (Rabu, 13/8).


Penghacuran material pembuat senjata kimia milik Suriah itu dilakukan atas kesepakatan yang dibuat oleh Amerika Serikat dan Rusia Pertengahan September tahun lalu. Kesepakatan itu dibuat menyusul insiden mematikan 21 Agustus di Damaskus tahun lalu di mana ratusan orang tewas diduga karena terkena serangan gas sarin.

Dalam perjanjian, seluruh persenjataan kimia yang dimiliki Suriah mulai dikumpulkan dan dihancurkan sejak awal tahun ini di bawah badan pengawasan internasional, OPCW.

Beberapa bulan lalu, OPCW sendiri telah mengkonfirmasi bahwa Suriah saat ini telah 100 persen bersih dari senjata kimia ataupun material pembuat senjata kimia.

Persenjataan kimia yang dikumpulkan dari Suriah itu kemudian diangkut oleh kapal milik Amerika Serikat mulai Juli tahun ini. Dipilihnya Amerika Serikat adalah karena negara itu memiliki peralatan khusus untuk menetralisir bahan kimia di tengah laut.

Setelah dinetralkan, bahan-bahan kimia itu masih tetap dikategorikan berbahaya, namun subtansinya tidak lagi dapat digunakan untuk membuat senjata kimia. Bahan-bahan itu kemudian akan diproses oleh pasilitas yang tersedia di Jerman, Inggrism Amerika Serikat, dan Finlandia. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya