Berita

penangana ebola/net

Dunia

Liberia Minta Obat Ebola ke AS

SELASA, 12 AGUSTUS 2014 | 12:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Liberia menyebut, pihaknya akan menerima obat percobaan yang belum teruji untuk mengobati pasien yang terinveksi Ebola. Obat itu bernama Zmapp.

Langkah itu diambil setelah Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf mengajukan permintaan pengobatan ke Amerika Serikat.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri menyebut mereka akan berperan untuk menyambung kontak antara pemerintah Liberia dengan perusahaan biofarmasi pembuat obat Zmapp.


Zmapp merupakan obat yang telah digunakan di Amerika Serikat pada dua pekerja bantuan yang terinveksi Ebola di Liberia.

Kabar itu muncul ketika pakar kedokteran spesialis bertemu di Jenewa untuk mengeksplorasi penggunaan pengobatan baru tersebut.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menjadi tuan rumah pertemuan itu menyebut data terbaru bahwa telah ada 1.013 orang yang tewas akibat terkena wabah Ebola di kawasan Afrika Barat.

Namun, obat itu hanya baru diuji pada monyet dan belum dievaluasi keselamatannya pada manusia.

Pemerintah Liberia sendiri mengaku sadar atas resiko penggunaan Zmapp, namun langkah itu perlu diambil demi menghindari lebih banyak lagi korban tewas.

"Alternatif untuk tidak menggunakan pengujian ini adalah kematian, kematian tertentu," kata Menteri Informasi Liberia Lewis Brown kepada BBC (Senin, 11/8). [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya