Berita

andi arief/net

Politik

Andi Arief: Mudah-mudahan Indonesia dapat Pemegang Amanah yang Bisa Bikin Indonesia Lebih Baik

MINGGU, 20 JULI 2014 | 18:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono duduk satu meja dengan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Jokowi-Jusuf Kalla di Istana Negara, Minggu (20/7) sore.

Pertemuan sore ini merupakan upaya pimpinan lembaga negara menekan suhu politik menjelang pengumuman pemenang pemilu presiden pada 22 Juli mendatang.  

Presiden SBY dalam doa penutupnya menyampaikan bahwa suksesi atau peralihan kekuasaan itu adalah keniscayaan. Maka dari itu, semua elemen harus melaluinya dengan baik meski terjadi dinamika dalam peralihan itu.


Staf Khusus Presiden, Andi Arief mengatakan bahwa usai Presiden SBY menyampaikan doa penutup itu, kedua pasangan capres segera menyambut isi pidato itu dengan anggukan kepala. Andi menyebut anggukan itu sebagai petanda setuju dari kedua pasangan capres.

"Saya melihat keempat wajah capres/cawapres semua mengangguk setuju. Mudah-mudahan Indonesia akan mendapat pemegang amanat 5 tahun ke depan yang amanah dan mampu membuat Indonesia lebih baik," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 20/7).

Dalam satu meja bulat besar yang ada di deret terdepan, SBY dan Boediono duduk berhadap-hadapan. Di sebelah kanan SBY yakni Prabowo, Ketua MPR Sidarto Danusubroto, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman, dan Jusuf Kalla. Sedangkan di sebelah kiri SBY yakni Jokowi, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali dan Hatta Rajasa.

Hadir pula dalam acara kali ini yakni jajaran menteri kabinet Indonesia Bersatu II yaitu Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dan Ketua Badan Pengawas Pemilu Muhammad.

Selama berada di dalam ruangan, tidak ada interaksi apa pun di antara para kandidat capres. Mereka hanya khidmat mendengarkan penceramah dan pidato SBY. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya