Berita

ilustrasi/net

Dunia

Wabah Kolera Semakin Mengancam Negara Baru Ini

SABTU, 12 JULI 2014 | 16:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan orang di wilayah Sudan Selatan mengalami resiko terkena wabah kolera yang menyebabkan memburuknya krisis kemanusiaan di negara tersebut.

Menurut laporan kelompok bantuan Save the Children, penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 2.600 orang ini telah menewaskan setidaknya 60 orang sejak kasus pertama dilaporkan terjadi di wilayah Juba pada bulan Mei

Stuasi tersebut diprediksi dapat menjadi lebih buruk dengan adanya huja lebat yang masih akan terjadi dalam beberapa minggu mendatang.


Kelompok bantuan itu menyerukan agar adanya pasokan obat-obatan yang lebih besar.

"Banjir Stagnan memberikan kondisi sempurna untuk penyebaran cepat dari kolera dan jalanan berubah menjadi lumpur, menghambat upaya untuk mendapatkan dukungan dan obat-obatan yang menyelamatkan jiwa kepada mereka yang sangat membutuhkan," kata direktur Save the Children untuk wilayah Sudan Selatan, Pete Walsh seperti dikabarkan Al Jazeera pada Jumat (11/7).

Ia menambahkan, penyebaran wabah tersebut sangat luas dan memprihatinkan.

"Terutama yang berasal dari krisis kelaparan yang tumbuh dan ratusan ribu orang yang berjuang untuk bertahan hidup di penuh sesak, kamp-kamp tidak sehat," sambungnya,

Negara yang baru merdeka tahun 2011 lalu itu diketahui mengalami krisis kemanusiaan pasca konflik internal yang dimulai sejak Desember lalu di mana Presiden Salva Kiir menuduh mantan wakilnya pada saat itu Riek Machar hendak melakukan percobaan kudeta.

Gencatan senjata yang disepakati awal tahun ini telah berulang kali dilanggar oleh keduanya belah pihak.

Akibat konflik yang terjadi, setidaknya 400 ribu warga Sudan Selatan meninggalkan negara mereka untuk mencari perlindungan di Ethiopia, Uganda, Kenya dan Sudan. Sedangkan lebih dari satu juta orang lainnya bertahan di kamp-kamp pengungsian dalam negeri. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya