Berita

net

Dunia

Kursi Vertikal, Solusi Penerbangan Murah Masa Depan?

SABTU, 12 JULI 2014 | 15:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kursi penumpang pesawat vertikal mungkin bisa menjadi solusi bagi pengurangan biaya penerbangan di masa depan.

Setidaknya hal itu yang terungkap dalam sebuah laporan terbaru yang dipublikasikan di IACSIT International Journal of Engineering and Technology.

"Aku menemukan ide ketika ketika saya mencari cara untuk mengurangi harga tiket pesawat," kata penulis laporan tersebut, Fairuz Romli seperti dikabarkan CNN (Jumat, 11/7).


Romli yang juga merupakan seorang profesor teknik aerospace dari Universiti Putra Malaysia itu menyebut, motivasinya menulis laporan tersebut adalah untuk mencari solusi penurunan perjalanan udara ke tingkat yang lebih kompetitif dengan moda transportasi lainnya seperti bus dan kereta api.

Dalam laporannya itu, Romli melakukan studi dengan menggunakan pesawat 737-300 sebagai contoh. Ia menghitung, penggunaan kursi pesawat vertikal atau berdiri dapat meningkatkan 21 persen kapasitas penumpang dan menekan harga tiket sebesar 44 persen.

"Saya adalah orang yang kerap melakukan perjalanan udara dan sebagian besar adalah penerbangan domestik, rasanya seperti waktu terbang sangat singkat dan pesawat sudah turun untuk mendarat sebelum anda dapat membuka sabuk pengaman anda setelah lepas landas," kata Romli menggambarkan bahwa waktu penerbangan kerap kali terasa singkat.

"Oleh karena itu pertanyaan besar muncul dalam pikiran saya, sedemikian singkat kah durasi penerbangan, apakah kita benar-benar harus duduk?" kata Romli.

Idenya tersebut telah diteliti terutama oleh Airbus, China Spring Airlines dan Irlandia Ryanair.

Dalam laporan itu, Romli juga mencatumkan beberaoa desain menarik untuk kursi vertikal.

"Saya telah melihat orang berdiri di bis dan kereta api karena mungkin perjalanannya sekitar satu jam," kata Romli.

"Jadi, kemudian berdiri di pesawat terbang (seharusnya) menjadi ide yang terlalu mengada-ada," sambungnya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya