Presiden Rusia Vladimir Putin menjadikan Kuba sebagai negara pertama yang didatangi dalam rangkaian kunjungannya ke Amerika Latin.
Di Kuba, Putin rencananya akan bertemu dengan Presiden Raul Castro. Keduanya akan membahas kemajuan perjanjian yang ditandatangani tahun lalu soal pembatalan 90 persen hutang Kuba atau sekitar 35.2 juta dolar AS kepada Uni Soviet. Sementara itu 10 persen lainnya akan diinvestasikan dalam proyek-proyek bersama di Kuba.
Kesepakatan itu sendiri telah disahkan oleh Majelis Tinggi Parlemen Rusia pada Rabu (9/11).
Dikabarkan
BBC (Jumat, 11/7), hubungan Kuba dan Rusia merenggang pasca runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991. Namun hubungan bilateral kedua negara menjadi lebih baik dalam beberapa tahun terakhir. Rusia terlibat dalam eksplorasi minyak lepas pantai dan mulai melakukan pengeboran sumur tahun lalu.
Putin menyebut, perusahaan-perusahaan Rusia tertarik untuk berinvestasi di Kuba dalam sejumlah produk seperti plastik, suku cadang mobil, dan alat berat untuk industri kereta api.
Selain Kuba, Putin juga diagendakan akan melakukan perjalanan ke Argentina sebelum akhirnya ke Brazil.
Di Brazil, Putin dikabarkan akan menghadiri final Piala Dunia pada Minggu (13/7). Selain itu ia juga akan menghadiri pertemuan ekonomi puncak negara-negara berkembang, termasuk di antaranya adalah India, China, dan Afrika Selatan.
Putin menyebut bahwa Brazil merupakan salah satu negara berkembang yang harus memainkan peranan lebih besar di panggung dunia.
"Negara yang kuat dan cepat berkembang ini ditakdirkan untuk memainkan peran penting dalam tatanan dunia polisentris," kata Putin.
Lebih lanjut, Putin menyebut, pihaknya akan mendukung upaya Brazil untuk bisa mendapatkan kursi tetap di Dewan Keamanan PBB.
[mel]