Berita

ilustrasi/net

Dunia

AS Mata-matai Lima Tokoh Muslim Dalam Negeri

KAMIS, 10 JULI 2014 | 10:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Agen mata-mata Amerika Serikat dikabarkan melakukan aksi spionase pada komunikasi email lima tokoh muslim Amerika Serikat. Spionase dilakukan sebagai upaya untuk mengidentifikasi adanya potensi ancaman.

"National Security Agency (NSA) dan FBI telah diam-diam memantau email dari tokoh Muslim Amerika di bawah prosedur rahasia yang dimaksudkan untuk menargetkan teroris dan mata-mata asing," begitu bunyi sebuah dokumen yang dibocorkan oleh mantan kontraktor NSA, Edward Snowden.

Kelima orang muslim tersebut adalah seorang agen Partai Republik yang juga mantan karyawan Departemen Keamanan Dalam Negeri Faisal Gill, pengacara yang kerap mewakili klien dengan kasus terorisme Asim Ghafoor, profesor di Rutgers University Hooshang Amirahmadi, mantan profesor ilmu politik di California State University Agha Saeed, dan direktur eksekutif badan hubungan Amerika-Islam Nihad Awad.


Dikabarkan BBC (Rabu, 9/7), menurut laporan tersebut, hasil penyelidikan selama tiga bulan kepada kelima orang tersebut menunjukkan bahwa kelimanya tidak terlibat dalam kegiatan terorisme.

Terkait kebocoran dokumen itu, NSA dan Departemen Kehakiman angkat bicara dan menyebut bahwa email warga Amerika Serikat hanya akan diakses oleh lembaga tersebut bila ada penyebab dan alasan yang tepat.

"Hal ini sepenuhnya salah bahwa badan-badan intelijen AS melakukan pengawasan elektronik tokoh politik, agama atau aktivis semata-mata karena mereka tidak setuju dengan kebijakan publik atau mengkritik pemerintah, atau untuk melaksanakan hak konstitusional," tulis dua lembaga tersebut dalam pernyataan bersama. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya