Berita

ilustrasi/net

Politik

Presiden "Kebeneran"

SELASA, 08 JULI 2014 | 19:30 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

KATANYA sekarang  banyak sekali gambaran mengerikan mengenai kemungkinan adanya kubu pasangan capres-cawares yang tidak siap kalah tetapi maunya cuma siap menang.

Yang kalah katanya bisa bikin sabotase dan macam-macam anarkisme, dan lalu ada kemungkinan pihak ketiga ikut bermain mengambil keuntungan di air keruh sehingga terjadi chaos, dan negara katanya bisa diberlakukan dalam keadaan darurat, seperti halnya terjadi di Mesir atau Suriah.

Kalau sudah begini katanya rakyat juga yang tertekan dan negeri mengalami setback atau semacam undur-undur berjalan di tempat. Makanya banyak yang berharap cukuplah perbedaan pendangan mengenai capres-cawapres cuma sampai tanggal 9 Juli besok, saat dimana rakyat mencoblos menentukan pilihan masing-masing, dan setelah 9 Juli yang "menegangkan", semua bisa kembali rukun, tidak perlu bersikap ngalah, ngalih, ngamuk (mengalah, mengalih, tetapi akhirnya mengamuk) lantaran tidak siap kalah.


Memang katanya demokrasi di Indonesia baru sampai pada tahap cara melipat kertas suara dan memasukannya ke dalam kotak,  lima tahunan sekali.

Apakah kampanye pemilunya penuh fitnah, perpecahan, atau  bellum omnium contra omnes (perang semua melawan semua), itu katanya tidak penting.

Naik ke tampuk kekuasaan dengan cara-cara keji (ruthless) dan cara-cara kotor katanya di Indonesia itu sudah biasa.

Makanya seringkali dikeluhkan pemilihan umum yang mencapai triliunan tidak menghasilkan negarawan, melainkan cuma menambah pemain baru di lapangan politik. Sehingga ada yang tanya: kalau demikian prosesnya bagaimana dengan pemerintahannya, bagaimana dengan kabinetnya? Apakah rezim baru produk Pilpres 2014 akan sama tidak menariknya dengan pemerintahan hari ini, masih sama-sama diganduli oleh dua persoalan besar, KKN dan Feodalisme.

Tapi katanya negarawan memang tidak lahir dari pemilihan umum dan bukan datang dari popularitas yang didisain. Makanya katanya Indonesia masih boleh bersyukur masih punya segelintir negarawan seperti Sultan HB X atau intelektual seperti Dr Rizal Ramli yang tidak kemana-mana, tidak ikut kubu capres-cawapres sebelah sana atau kubu capres-cawapres sebelah sini.

Tanggal 9 Juli besok rakyat nyoblos, milih pemimpin untuk kurun waktu lima tahun ke depan, dan seperti kata banyak orang bijak: jangan sampai salah pilih dan jangan seperti beli kucing dalam karung. Lima menit di bilik suara, jika salah dalam memilih, penyesalannya mungkin bukan hanya lima tahun, sangat mungkin penyesalan berlangsung seumur hidup, sebab milih pemimpin yang benar memang sulit, yang ada umumnya cuma pemimpin  kebeneran alias kebetulan.[***]

Penulis adalah pengasuh rubrik Vox Populi Harian Rakyat Merdeka. Tulisan dimuat pada edisi Selasa, 8 Juli 2014.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya