Berita

ILUSTRASI/NET

SYUHADA RAMADHAN

Sultan Ini Ubah Samarkand Jadi Pusat Penelitian Ternama di Dunia

SELASA, 08 JULI 2014 | 13:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di bawah penguasa yang mencintai ilmu pengetahuan, negara bisa berubah menjadi pusat peradaban dan kebudayaan. Itulah salah satunya yang terjadi di Samarkand, Uzbekistan. Saat itu, Timur Leng mengamanahkan cucunya Mirza Muhammad Taraghay bin Shahrukh, untuk memimpin dan menjadi sultan di Samarkand.

Karena kecintaan pada ilmu pengetahuan yang begitu mendalam, Mirza Muhammad Taraghay bin Shahrukh, yang lahir pada 22 Maret 1394 di Persia, mengubah kota Samarkand menjadi semacam pusat penelitan dan kota pelajar. Di kota Samarkand, ia membangun madrasah, atau semacam universitas saat ini, dan mengundang banyak ilmuan untuk melakukan riset.

Riset yang dilakukan bukan terbatas pada bidang sastra dan kajian al Quran saja. Ia bahkan fokus pada penelitian di bidang matematika, trigonometri dan geometri. Bahkan ilmu astronomi mendapat perhatian lebih lagi.


Ulugh Beg, begitu Mirza Muhammad Taraghay bin Shahrukh dikenal, bukan hanya mengundang para intelektual. Ia sendiri turun langsung mengkaji ilmu-ilmu itu, dan dikenal sebagai ahli matematika ternama. Bahkan, pada tahun 1417-1420, ia pun membangun sebuah observatorium di Samarkand untuk mengobservasi planet-planet dan bintang-bintang.

Disebutkan dalam Science in Islamic Civilisation, observatium yang dibangun Ulugh Beg ini menjadi observatium terbaik di dunia Islam saat itu. Bahkan dengan peralatan yang sangat canggih untuk ukuran saat itu, 100 tahun kemudian, banyak observatium di Eropa yang menirunya. Sebut saja Observatorium Uraniborg yang dibangun 1576 dan observatorium Stierneborg yang dibangun 1584.

Ulugh Beg meninggal pada Oktober 27 1449 atau bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 853 Hijriah. [ysa]

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Indonesia Ajak Tajikistan Tingkatkan Hubungan dengan ASEAN

Jumat, 29 Mei 2026 | 16:03

Patroli di Nabire

Jumat, 29 Mei 2026 | 15:59

Bersih Altar Suci Hati, Tradisi Unik Jelang Waisak di Vihara Mahavira Graha

Jumat, 29 Mei 2026 | 15:49

Kolaborasi Lintas Kewenangan Kunci Tangani Banjir dan Genangan di Kota Semarang

Jumat, 29 Mei 2026 | 15:46

Macron: Prancis Siap Terima Lebih Banyak Pelajar dan Peneliti Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 | 15:22

Banpres Sapi Pindahkan Belanja Negara Langsung ke Peternak

Jumat, 29 Mei 2026 | 15:04

Sapi Bantuan Presiden Tidak Melanggar Konstitusi, Layak Dibela

Jumat, 29 Mei 2026 | 14:59

Prabowo Ingatkan Dampak Konflik Timteng Terhadap Rantai Pasok Energi Dunia

Jumat, 29 Mei 2026 | 14:25

Pemerintah Andalkan Skema Tiga Kategori Impor

Jumat, 29 Mei 2026 | 14:14

Sinyal Positif Ekonomi, Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%

Jumat, 29 Mei 2026 | 14:11

Selengkapnya