Berita

dalai lama/net

Dunia

Dalai Lama: Buddha Akan Lindungi Muslim yang Diserang

SELASA, 08 JULI 2014 | 12:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin spriritual Tibet yang diasingkan, Dalai Lama menyerukan agar umat Buddha di Myanmar dan Sri Lanka menghentikan kekerasan yang terjadi terhadap minoritas Muslim di negara tersebut.

"Saya mendesak umat Buddha di negara-negara itu untuk membayangkan citra Budha sebelum mereka melakukan tindakan kriminal itu," seru Dalai Lama dalam pidato ulang tahunnya yang ke-79 tahun.

Ia mengingatkan kembali nilai-nilia luhur yang diajarkan oleh Buddha.


"Buddha mengacarkan cinta dan kasih. Jika Buddha berada di sana, ia akan melindungi Muslim yang diserang oleh umat Buddha," jelasnya dikabarkan CNN (pada Senin, 7/7).

Diketahui, terdapat konflik antara kelompok Buddha dan kelompok Muslim di Myanmar serta Sri Lanka beberapa waktu terakhir.

Hal itu disebebabkan oleh meningkatkanya nasionalisme Buddha yang dipelopori oleh ekstrimis yang berujung pada kekerasan komunal dan menargetkan kelompok Muslim.

Di Myanmar, kekerasan agama telah menyebabkan lebih dari 200 orang tewas dan 150 ribu lainnya terpaksa mengungsi sejak konflik pecah di wilayah Rakhine pada Juni 2012 lalu. Mayoritas di antara mereka berasal dari kelompok minoritas Muslim.

Sementara itu di Sri Lanka kekerasan serupa terjadi bulan lalu di mana empat orang tewas dalam serangan yang dilakukan oleh kelompok Buddha terhadap Muslim di wilayah Aluthgama.

Dalai Lama yang telah hidup di pengasingan sejak tahun 1959 lalu itu sebelumnya juga pernah berbicara soal kekerasan yang dilakukan oleh kelompo Buddha.

Pada bulan Mei tahun lalu, ia membuat komentar di sebuah universitas di Amerika Serikat yang mengutuk kekerasan di Myanmar. Dalai lama juga menulis surat kepada aktivis pro-demokrasi ternama Myanmar Aung San Suy Kyi yang berisi seruan untuk menghentikan kekerasan di negara tersebut. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya