Pemimpin spriritual Tibet yang diasingkan, Dalai Lama menyerukan agar umat Buddha di Myanmar dan Sri Lanka menghentikan kekerasan yang terjadi terhadap minoritas Muslim di negara tersebut.
"Saya mendesak umat Buddha di negara-negara itu untuk membayangkan citra Budha sebelum mereka melakukan tindakan kriminal itu," seru Dalai Lama dalam pidato ulang tahunnya yang ke-79 tahun.
Ia mengingatkan kembali nilai-nilia luhur yang diajarkan oleh Buddha.
"Buddha mengacarkan cinta dan kasih. Jika Buddha berada di sana, ia akan melindungi Muslim yang diserang oleh umat Buddha," jelasnya dikabarkan
CNN (pada Senin, 7/7).
Diketahui, terdapat konflik antara kelompok Buddha dan kelompok Muslim di Myanmar serta Sri Lanka beberapa waktu terakhir.
Hal itu disebebabkan oleh meningkatkanya nasionalisme Buddha yang dipelopori oleh ekstrimis yang berujung pada kekerasan komunal dan menargetkan kelompok Muslim.
Di Myanmar, kekerasan agama telah menyebabkan lebih dari 200 orang tewas dan 150 ribu lainnya terpaksa mengungsi sejak konflik pecah di wilayah Rakhine pada Juni 2012 lalu. Mayoritas di antara mereka berasal dari kelompok minoritas Muslim.
Sementara itu di Sri Lanka kekerasan serupa terjadi bulan lalu di mana empat orang tewas dalam serangan yang dilakukan oleh kelompok Buddha terhadap Muslim di wilayah Aluthgama.
Dalai Lama yang telah hidup di pengasingan sejak tahun 1959 lalu itu sebelumnya juga pernah berbicara soal kekerasan yang dilakukan oleh kelompo Buddha.
Pada bulan Mei tahun lalu, ia membuat komentar di sebuah universitas di Amerika Serikat yang mengutuk kekerasan di Myanmar. Dalai lama juga menulis surat kepada aktivis pro-demokrasi ternama Myanmar Aung San Suy Kyi yang berisi seruan untuk menghentikan kekerasan di negara tersebut.
[mel]