Berita

foto:net

Dunia

Keluarga Abu Khedair Kecewa dengan Janji Polisi Israel

MINGGU, 06 JULI 2014 | 21:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Polisi Israel telah menangkap enam tersangka pembunuhan pelaku penculikan dan pembunuhan remaja Palestina bernama Mohammad Abu Khedair. Namun begitu pihak keluarga korban mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak kepolisian Israel mengenai penangkapan tersebut.

Paman korban, Sair Abu Khdeir mengungkapkan kekecewaannya itu kepada pihak kepolisian Israel. Pasalnya, Israel telah menjanjikan bahwa pihak keluarga akan menjadi yang pertama mengetahui perkembangan apapun mengenai pembunuhan ini..

"Polisi dan pasukan keamanan mungkin telah terkejut dengan identitas tersangka, tetapi tidak kita. Kita tahu apa yang terjadi," ujarnya sebagaimana dilansir laman kantor berita Israel, Haaretz (Minggu, 6/7).


Saat ini keenam tersangka tersebut tidak diperkenankan untuk bertemu dengan pengacara. Psalnya secara hukum yang berlaku, tersangka bisa dicegah untuk menerima bantuan hukum hingga 10 hari jika mereka diduga melakukan kejahatan nasionalis. Periode itu waktu dapat diperpanjang sampai 21 hari dengan persetujuan pengadilan.

Mohammad Abu Khedair diculik dan dibunuh oleh warga Israel. Pihak Palestina menyebutkan bahwa ia tewas setelah dibakar hidup-hidup. Jenazah Khedair baru ditemukan pada Rabu (2/7) waktu setempat dan dikebumikan di kawasan Shuafat, Yerusalem timur. Ia dikubur usai salat Jumat (4/7) waktu Israel. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya