Berita

ilustrasi/net

Dunia

Australia Tutup Mulut Soal Laporan Pencari Suaka Tamil

SABTU, 05 JULI 2014 | 16:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Australia menolak mengomentari laporan mengenai nasib 200 pencari suaka Tamil yang mengaku telah diberhentikan oleh pihak berwenang Australia di Samudera Hindia dan kemudian diserahkan kepada Angkatan Laut Sri Lanka.

Dalam laporan itu, Australia dinilai telah melanggar konvensi pengungsi dan hukum internasinal dengan melakukan pemeriksaan dan memulangkan pencari suaka ke negara asalnya tanpa menyelidiki lebih lanjut klaim para pencari suaka tersebut.

Pemerintah Australia, dikabarkan BBC, enggan mengkonfirmasi ataupun menyangkal laporan tersebut dengan dalih karena merupakan alasan operasional.


Laporan tersebut menyebut terdapat 11 orang yang mengalami penyiksaan setelah diserahkan kepada otoritas Sri Lanka.

Padahal Sri Lanka merupakan negara yang berada di bawah tekanan internasional atas pelanggaran hak asasi manusia selama fase akhir dari perang melawan separatis Tamil yang berakhir pada tahun 2009.

Australia sendiri merupakan negara yang mengambil pendekatan keras terhadap pencari suaka yang mencoba masuk dengan menempuh jalur laut yang berbahaya.

Sejak enam bulan terakhir Ausralia menerapkan kebijakan untuk menghentikan kapal pencari suaka untuk masuk wilayah Australia. Mereka mengembalikan perahu yang mengangkut pencari suaka ke negaranya amsing-masing atau mengarahkan pencari suaka ke kamp-kamp di Papua Nugini atau Nauru. Hal tersebut dilakukan dengan dalih untuk menyelamatkan nyawa para pencari suaka.

Sementara itu, terkait kasus tersebut, Dewan Pengungsi PBB mengaku prihatin atas penanganan pencari suaka yang dilakukan Australia. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya