Berita

ilustrasi/net

Dunia

AS Perketat pemeriksaan Ponsel dan Sepatu di Bandara Asing

JUMAT, 04 JULI 2014 | 18:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bandara yang menyediakan layanan penerbangan langsung ke Amerika Serikat telah diminta untuk meningkatkan pengamanan mulai dari pelacakan telepon genggam hingga pengecekkan detil sepatu sebagai respon atas meningkatkan ancaman kelompok militan yang berafiliasi dengan al Qaeda.

Dikabarkan Reuters (Jumat, 4/7) peningkatan keamanan diperketat terutama pada penerbangan ke Amerika Seikat dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Sejumlah pejabat keamanan Amerika Serikat menyebut pihaknya khawatir pakar pembuat bom dari Al-Qaeda yang berbasis di Yaman dan Semenanjung Arab telah menemukan cara untuk mengubah ponsel menjadi alat peledak yang dapat menghindari deteksi.


Amerika Serikat juga mengkhawatirkan adanya bom yang dapat menghindari deteksi yang diletakkan di sepatu.

Bila ada pihak maskapai dan operator bandara yang gagal memperketat keamanan bisa menghadapi ancaman larangan penerbangan masuk wilayah Amerika Serikat.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat sebelumnya (Rabu, 2/7) telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan pemeriksaan keamanan, namun tidak melansir lebih lanjut mengenai bagaimana penerapannya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya