Berita

net

Dunia

Akhiri Krisis, Libya Kembali Kendalikan Dua Terminal Minyak

KAMIS, 03 JULI 2014 | 13:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Libya kembali mengambil kendali dari dua terminal minyak di wilayah utara negara, yakni Ras Lanuf dan Sidra yang sempat diambil alih oleh kelompok pemberontak tahun lalu.

Pemerintah menyebut, langkah yang dihasilkan dari perjanjian dengan pemberontak itu mengakhiri krisis minyak di negara tersebut.

"Kita telah sukses mencapai kesepakatan untuk mengakhiri krisis minyak," kata Perdana Menteri Libya Abdullah al-Thani pada Rabu (2/7).


Diketahui, kelompok pemberontak sebelumnya menduduki empat terminal minyak dalam upaya menuntut otonomi lebih bagi kelompoknya. Sejak saat itu, ekspor minyak Libya menjadi terganggu akibat blokade produksi minyak mentah di terminal-terminal tersebut.

Sebelum blokade, kapasitas minyak mentah Libya bisa sekitar 1,5 juta barel per hari.

Namun kemudian kelompok pemberontak mengembalikan dua terminal tersebut kepada pemerintah pada April lalu melalui sebuah perjanjian bersama.

Dikabarkan BBC, total kapasitas produksi minyak mentah di kedua terminal tersebut sekitar 500 ribu barel per hari.

Libya merupakan negara yang masih berupaya stabil sejak penggulingan penguasa lama Moammar Gaddafi pada Oktober 2011 lalu. Pemerintah berupaya untuk bisa memiliki kontrol penuh di seluruh wilayah negara tersebut di tengah aksi kelompok pemberontak. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya