Berita

ilustrasi/net

Dunia

Kecuali di Indonesia, Kekhawatiran Akan Ekstrimis Islam Meningkat

RABU, 02 JULI 2014 | 15:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kekhawatiran akan kelompok ekstrimis mengatasnamakan Islam meningkat di negara-negara dengan jumlah populasi muslim yang besar di kawasan Timur Tengah dan sejumlah negara di Asia.

Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru yang dikemukakan oleh Pew Research Center pada Selasa (1/7), ditemukan bahwa kekhawatiran akan kelompok ekstrimis meningkat dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Hal tersebut terutama dipicu oleh sejumlah konflik dan aksi teror yang didalangi kelompok ekstrimis Islam di Suriah dan Nigeria.

Jajak pendapat tersebut dilakukan dengan mewawancarai lebih dari 14.200 orang di 14 negara itu pada tanggal 10 April hingga 25 Mei lalu. Pada saat itu, belum terjadi serangan besar-besaran yang dilakukan oleh kelompok militan Sunni ISIL di Irak.


Dikabarkan Al Jazeera, sejumlah aksi terorisme yang kerap dilakukan kelompok ekstrimis seperti al-Qaeda, Hizbullah, dan Boko Haram menyulut kekhawatiran di negara-negara dengan banyak penduduk muslim di kawasan Timur Tengah dan Asia.

Di Lebanon, misalnya, sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Suriah, sebanyak 92 persen warga yang diwawancara mengaku khawatir terkena dampak akan ulah para ekstrimis. Warga yang diwawancarai itu terdiri dari berbagai kelompok keyakinan seperti Sunni, Syiah, dan Kristiani.

Sementara itu di Nigeria, 79 persen warganya mengaku khawatir aksi ekstrimis seperti Boko Haram. Sedangkan Pakistan terdapat 59 persen yang khawatir terutama terhadap aksi Taliban.

"Di Asia, mayoritas kekhawatiran akan aksi ekstimis Islam berada di Bangladesh (69 persen, Pakistan (66 persen), dan Malaysia (63 persen)," kala laporan Pew itu.

Namun kekhawatiran serupa tidak terjadi di Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Kata laporan tersebut, dalam perbandingan hanya terdapat empat dari sepuluh orang yang mengaku khawatir akan aksi ekstrimis. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya