Berita

ilustrasi/net

Suhu Gunadi Ajak 2 Juta Orang Meditasi Doa untuk Negeri

RABU, 25 JUNI 2014 | 00:34 WIB | LAPORAN:

. Suhu politik di tanah air yang semakin hari semakin meningkat telah membuat sejumlah praktisi spiritual di Indonesia prihatin dan mencoba menggalang 2 juta orang untuk melakukan doa meditasi baik di rumah maupun di kantor masing-masing.

"Bila anda berminat turut serta berdoa bagi negeri ini, silahkan melakukan doa meditasi setiap malam, mulai pukul 21.30 WIB. Bagi yang berminat melakukan doa meditasi atau doa hening, disarankan melakukan minimal 15 menit," ajak salah satu praktisi spiritual, Gunadi Wwidjaja kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu dini hari (25/6).

Inti dari doa meditasi ini, jelas Gunadi, dimulai hari ini dan seterusnya, diperuntukan bagi negeri Indonesia dan seluruh komponen bangsa agar aman, damai, sejahtera, makmur, dan maju.


"Bagi yang terlambat atau ingin mulai duluan, silahkan diniatkan saja dengan menyebut di dalam hati: Saya bersatu dengan teman-teman yang berdoa di jam 21.30 WIB. Karena waktu itu relatif, tapi energi dari Doa selalu floating atau travels freely, diantara dimensi-dimensi waktu," jelas ahli Feng Shui ini.

Sejauh ini, menurut Gunadi, sudah ada 450 org yang menyatakan akan ikut serta didalam kegiatan meditasi doa bersama ini. Dan Gunadi berharap agar para peserta mengajak suami atau istri atau teman-teman yang lain untuk turut serta, paling tidak setiap peserta membawa atau mengajak 10 orang.

"Minimal doa bersama ini kita lakukan sampai dengan tanggal 9 Juli 2014," ujar Gunadi Wwidjaja.

Mengapa harus 2 juta orang? Menurut Gunadi, karena sudah diadakan penelitian fisika mengenai resonansi kolektif bahwa diperlukan akar 1 persen dari populasi, untuk  mengubah populasi tersabut.

"Jadi, kalo saat ini ada sekitar 200 juta penduduk Indonesia yang sedang panas hatinya, penuh dengan nafsu, gontok-gontokan dan tidak damai karena pilpres, maka hanya diperlukan 2 juta orang yang fokus secara adem-ayem, rukun dan damai, berdoa bersama untuk meresonasi positip situasi dan kondisi tersebut," ujar Gunadi Wwidjaja. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya