Berita

sabam-jokowi/net

Sabam Sirait: Kader PDIP Harus Solid dan Jangan Berleha-leha

SABTU, 21 JUNI 2014 | 10:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Meski posisi Jokowi-JK sudah berada di puncak elektabilitas, namun bukan berarti kemenangan sudah berada dalam genggaman. Justru karena posisi di atas itu, semua pendukung Jokowi-JK harus terus bekerja keras.

"Pendukung Jokowi, baik dari PDIP dan partai pendukung lain, atau masyarakat pendukung Jokowi, jangan berleha-leha. Sebab pasti akan ada serangan kepada Jokowi," kata politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 21/6).

Sabam menceritakan saat dia jadi penasihat tim sukes Jokowi dalam Pilkada Solo. Saat itu, banyak orang percaya Jokowi akan menang 70 persen. Namun dia mengingatkan agar kader tetap bekerja keras karena pasti akan ada serangan dari pihak lawan. Dengan kerja keras semua pihak, dalam Pilkada Solo itu pun Jokowi meraih 90 persen lebih.


"Kader PDIP juga harus solid. Memang setiap orang boleh beda pendapat, tapai ketika partai memutuskan, semua kader harus ikut keputusan partai itu. Dan saya kira, kader PDIP solid menangkan Jokowi," ungkap Sabam, yang juga pendiri PDI, sebelum berubah menjadi PDI Perjuangan.

Sabam mengaku kenal Jokowi sejak di Solo. Dia, dan juga Megawati pun ikut berkampanye dalam Pilkada untuk memenangkan Jokowi di Solo. Maka saat Pilkada Jakarta, Sabam ikut mendorong pencalonan Jokowi. Pun demikian di Pilpres, Sabam ikut mengusulkan nama Jokowi ke Megawati.

"Jadi saya kira, banyak yang mengusulkan Jokowi jadi capres. Saya salah satunya. Saya lihat rakyat di Aceh, Papua, Maluku, NTT, Kalteng, mendukung Jokowi bukan karena dia sederhana, pekerja keras juga jujur," ungkap Sabam, yang yakin bila Jokowi terpilih maka Indonesia akan memiliki presiden yang baik dan ini menjadi pemicu semangat bagi kepala daerah lain untuk mengabdi pada rakyatnya sebagaimana Jokowi. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya