Berita

net

Nusantara

Setiap Bekas PSK dan Germo Dolly Dibekali Rp 5 Juta

KAMIS, 19 JUNI 2014 | 00:55 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Upaya pemerintah untuk mengubah penghuni dan warga Dolly lebih mandiri dilakukan dengan pembinaan beragam keterampilan. Misalnya dengan keahlian membatik, pembuatan kue, telor asin dan sebagainya.

"Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Kementerian Sosial (Kemensos) mendukung upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk pemberdayaan ekonomi warga Dolly," kata Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, di Surabaya, Rabu malam (18/6).

Tersedia dana Rp 7,3 miliar untuk berbagai pemberdayaan di kawasan Dolly. Kemensos menyiapkan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Jaminan Hidup (Jadup) rehabilitasi sosial bagi pekerja seks komersial (PSK) atau Wanita Tuna Sosial (WTS), serta dana transportasi bagi para 1.449 wanita eks penghuni Dolly pulang ke daerah asal.


"Kemensos mengalokasikan pemberdayaan Rp 5.050.000 bagi setiap WTS," terang Salim Segaf, seperti tertulis dalam rilis yang diterima redaksi.

Untuk memantapkan berbagai program pemberdayaan bagi para eks WTS tersebut, Kemensos melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan pemanfaatan bantuan di daerah masing-masing.

Pemberdayaan Kemensos bertujuan agar para eks WTS menetapkan pilihan dengan beralih profesi agar lebih mandiri secara ekonomi dan bermartabat secara sosial.

Peran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur fokus dalam lingkup pemberdayaan bagi para eks germo atau mucikari dengan bantuan Rp 5 juta per orang.

"Pemberdayaan tidak hanya bagi para eks WTS, para germo dan mucikari pun tidak kalah penting sebab mereka adalah bagian dari lingkaran permasalahn sosial yang perlu diberdayaan secara ekonomi dan sosial," ucap Mensos. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya