Berita

net

Politik

Orang Istana: Isi Obor Rakyat Biasa Saja, Seperti di Sosial Media

JUMAT, 13 JUNI 2014 | 17:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pihak Istana Presiden, dalam hal ini asisten staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Yanno Nunuhitu, menyatakan tidak benar ada deputi di kantor Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial.

Hal itu untuk meluruskan kabar bahwa seorang bernama Setiyardi yang belakangan disebut-sebut sebagai pendiri tabloid Obor Rakyat yang kontroversial, bekerja di lingkungan Kantor Presiden.    

"Terhadap berita di atas, kami menyatakan bahwa tidak ada deputi di staf khusus presiden bidang bencana alam dan bantuan sosial. Karena itu Tempo harus melakukan investigasi dengan benar dan akurat," kata Yanno merujuk pada pemberitaan di Tempo.Co, dalam pesan elektronik yang diterima redaksi.


Mengenai isi dari tabloid Obor Rakyat yang dinilai berisi kampanye negatif terhadap calon presiden Joko Widodo, dalam pandangannya hal itu biasa saja.

"Menurut kami biasa-biasa saja, dan sudah sering kita baca di twitter, facebook, kaskus, bahkan di Tempo sendiri soal kasus korupsi Transjakarta," ungkapnya.

Ia menyarankan, jika ada pihak yang terganggu dengan pemberitaan Obor Rakyat sebaiknya menggunakan hak jawab kepada media bersangkutan, atau melaporkannya ke kepolisian kalau merasa dicemarkan.

"Setahu saya Obor Rakyat adalah produk jurnalistik. Silakan dilawan dengan cara-cara jurnalistik jika ada yang keberatan," tegasnya.

Tapi Yanno ingatkan juga ada laporan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Flobamora Institute terhadap tokoh di balik tim pemenangan Joko Widodo, yaitu mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Hendropriyono.

"Semua pihak yang terlibat dalam penyebaran berita tentang Dewan Kehormatan Perwira, Babinsa, kasus di restoran Sate Senayan, harus diperlakukan sama dan di usut tuntas," tambah Yanno. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya