Berita

net

Kejaksaan Sukses Panggil Tiga Saksi Kasus Pengadaan Transjakarta

RABU, 11 JUNI 2014 | 19:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tim penyidik Kejaksaan Agung telah memeriksa tiga orang lagi sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan Armada Bus Transjakarta senilai Rp 1 triliun dan pengadaan bus untuk Peremajaan Angkutan Umum Reguler senilai Rp 500 miliar pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta Tahun Anggaran 2013.

Mereka adalah Ir. Azharsyah selaku Direktur PT. Qorina Konsultan Indonesia, kemudian Ir. Tjuju Rasmadi DJ sebagai Direktur PT. Bahana Nusantara dan Drs. As’ad Aksa Helmi A.Md selaku Direktur PT. Delima Tata.

Demikian isi pernyataan dari Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Tony Spontana, yang diterima redaksi (Rabu petang, 11/6).


Ketiga saksi itu hadir sekitar pukul 11.00 WIB. Pemeriksaan pada pokoknya mengenai kronologis keberadaan perusahaan dari para saksi yang diminta oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai konsultan pengawas terhadap pelaksanaan beberapa pekerjaan Pengadaan. BPPT menyerahkan tugas kewenangan selaku konsultan pengawas untuk beberapa pelaksanaan pengadaan tersebut kepada perusahaan para saksi.

Sejauh ini Kejagung sudah menjerat empat tersangka. Mereka adalah bekas Kepala Dishub Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono dan Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Prawoto. Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus TransJakarta, Drajat Adhyaksa, dan  Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Setyo Tuhu

Selain itu, pada hari ini juga Kejaksaan Agung juga melanjutkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan Pengadaan Armada Bus Busway Articulated (bus gandeng) Paket I dan Paket II senilai kurang lebih Rp 150 miliar oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta Tahun Anggaran 2012.

Tim Penyidik telah mengagendakan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yaitu Sutarjo (dari PT. Cipta Triutama Jaya) dan Dr. Ir. Erzi Agson Gani, selaku Deputi Kepala Bidang Teknologi Industri, Rancang Bangun, dan Rekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

"Saksi Sutarjo tidak hadir memenuhi panggilan penyidik tanpa keterangan, sedangkan saksi Erzi Agson Gani, tidak hadir karena sakit dan memohon untuk dapat dijadwalkan kembali pemeriksaannya sebagai saksi," kata Tony. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya