Berita

anies baswedan

Politik

Kata Anies, 30 Persen Pemilih Pasti Dukung Jokowi-JK

SELASA, 10 JUNI 2014 | 16:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Lembaga survei Cyrus Network merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres sehari setelah debat perdana.

Dalam rilis tersebut Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hasan Hasbi, menyampaikan ada 30 persen pemilih yang menentukan pilihannya berdasarkan debat capres-cawapres, sehingga momen debat capres menjadi penting bagi kedua pasangan.

Hal itu sebelumnya sudah disampaikan Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Menurutnya, debat capres dan cawapres di Indonesia tidak banyak berpengaruh pada perubahan dukungan pemilih.


Survei LSI lima tahun lalu soal debat serupa, menunjukkan, yang menonton debat itu kurang dari 30 persen pemilih. Penonton debat umumnya kalangan menengah kota saja, terutama yang pendidikannya SMA ke atas, yang totalnya hanya 30 persen. Sementara 70 persen pemilih Indonesia yang pendidikan akhirnya adalah SMP ke bawah sangat jarang yang menonton debat presiden itu.

"Kondisi ini berbeda dengan debat presiden di Amerika Serikat, yang ditonton lebih dari 60 persen pemilihnya," kata Denny JA, Selasa (10/6).

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Jokowi-JK, Anies Baswedan, yakin suara 30 persen tersebut akan mengarah ke pasangan nomor urut dua.

"Mereka yang menentukan pilihan berdasarkan debat adalah pemilih kritis. Kelompok kritis ini makin hari akan makin melihat kekuatan Jokowi-JK di level implementasi," ungkap Anies saat menanggapi rilis survei Cyrus di D'Consulate, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari rilisnya.

Anies juga menambahkan bahwa penampilan Jokowi-JK cukup berkelas saat debat perdana.

"Jokowi-JK menunjukkan kelasnya tadi malam. Kekuatannya pada kejujuran mereka, tampil apa adanya dan memberi kerja nyata," tutup Anies. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya