Berita

Michael Tene

Wawancara

WAWANCARA

Michael Tene: Semua Perwakilan Di Thailand Miliki Rencana Tanggap Darurat

JUMAT, 30 MEI 2014 | 09:56 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Luar Negeri mengamati secara serius perkembangan situasi politik di Thailand pasca kudeta militer. Bila kondisi keamanan di Negeri Gajah Putih itu memburuk, warga Indonesia di sana akan dipulangkan.

“Jika sangat mendesak, kami bisa saja memulangkan WNI (Warga Negara Indonesia) di Thailand. Ini akan kami lakukan untuk memberikan perlindungan. Kami tidak ingin ada yang terancam keselamatannya,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Michael Tene kepada Rakyat Merdeka, Rabu (28/5).

Menurut Tene, berdasarkan informasi yang didapatkan Kemlu, sebanyak  3.650 WNI di Thailand dalam kondisi baik-baik saja.


“Sebagian besar dari mereka tinggal di Bangkok. Tidak ada satu pun yang menjadi korban atau terganggu dari kondisi yang kurang baik di Thailand,’’ jelas Tene.

Berikut kutipan selengkapnya:

Ukurannya apa bila WNI mau dipulangkan?
Jika kondisinya memang sangat darurat dan sangat mengancam keamanan WNI.

Semua perwakilan di Thailand memiliki rencana tanggap darurat. Tentunya sangat mengetahui kondisi seperti apa yang sangat membahayakan WNI. Kami terus berkoordinasi dengan mereka.
 
Apa saja yang dilakukan Kemlu agar WNI tetap aman?
Selama ini Kemlu bekerja sama dengan perwakilan kami di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan mengeluarkan imbauan kepada WNI untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari berkumpulnya massa.

WNI di sana diharapkan untuk tidak meninggalkan tempat tinggal atau penginapan jika tidak ada keperluan mendesak, terutama pada malam hari.

Apabila memerlukan bantuan dan informasi, bisa menghubungi KBRI.

Apa sering berkomunikasi dengan KBRI di Thailand?
Ya. Setiap saat kami lakukan. KBRI selalu sampaikan informasi terbaru kepada kami. Selalu update situasi melalui berbagai media. Melalui email, sosial media, media massa. Perwakilan kami selalu cari informasi mengenai kondisi WNI yang ada di Thailand.

Bisakah KBRI dengan cepat mengetahui kondisi WNI yang begitu banyak di Thailand?
Saat ini KBRI di Thailand telah membentuk tim  yang bekerja sama dengan WNI di sana. Tujuannya  agar mudah memberikan informasi dan bantuan yang diperlukan bagi WNI mengenai situasi politik di Thailand.

KBRI juga menyediakan nomor telepon yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat ke 0929-031103, 0929-951595, 0929-951596 dan laman KBRI Bangkok www,kemlu.go.id/bangkok dan www.facebook.com/komunitas indonesia di thailand.

Komunikasi dengan pihak Thailand, bagaimana?
Tentunya ada. Setahu saya dari waktu ke waktu, pihak Thailand selalu memberikan informasi kepada para pihak asing yang ada di negaranya, termasuk Indonesia. Mereka memberikan informasi perkembangan situasi keamanan di berbagai wilayah di Thailand.

Akankah Indonesia keluarkan travel notice?
Sampai saat ini kami belum mengeluarkan travel notice terhadap orang yang akan bepergian ke Thailand. Tapi kami selalu berikan informasi dan mengimbau bagi mereka yang ingin ke Thailand agar lebih berhati-hati. Sebab, kondisi di sana sedang kurang kondusif, sehingga perlu kewaspadaan ekstra.

Oh ya, bagaimana perkembangan pembangunan mercusuar Malaysia di wilayah Indonesia?
Pembangunannya sudah dihentikan. Saat ini sudah ada pembahasan antara Indonesia dan Malaysia. Kedua pihak akan komunikasi dan melakukan verifikasi data masing-masing. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Sejauh ini hubungan Indonesia dengan Malaysia masih baik-baik saja. Dengan adanya satu masalah tidak akan mudah merusak hubungan baik kedua negara. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya