Berita

Surya Paloh

Wawancara

WAWANCARA

Surya Paloh: Kampanye Hitam Berbau SARA Berpotensi Bikin Pilpres Rusuh

JUMAT, 30 MEI 2014 | 09:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kampanye hitam yang marak terjadi belakangan ini berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat.

Makanya, tim sukses pasangan capres dan cawapres mesti menghentikan praktik tersebut.

Utamakanlah keteladanan dan kenegarawanan di elite parpol pendukung pasangan Jokowi-JK dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Kalau tidak ada moral dan tanggung jawab, dampaknya akan sangat luas.


Pesan itu disampaikan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh, kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

“Buat apa menang dalam pilpres kalau bangsa ini terpecah. Apa arti kemenangan kalau saling berkelahi di antara kita. Apa arti kemenangan kalau saling membunuh. Apa arti kemenangan kalau Indonesia chaos. Kita mundur jauh ke belakang kalau sampai itu terjadi,”  paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa yang dilakukan Nasdem untuk menghadapi kampanye hitam itu?
Kampanye hitam berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) berpotensi memunculkan kerusuhan dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Partai Nasdem tak akan menolerir siapa pun yang melakukan cara-cara tersebut.

Kami ingin menempatkan perasaan persaudaraan dan berkompetisi dalam harmoni. Semua pihak harus bergandengan tangan.

Apa ini juga Anda sampaikan ke Tim Sukses Jokowi-JK?
Ya, saya katakan kepada siapa pun. Saya tidak mengapresiasi siapa pun yang melakukan kampanye hitam, baik timnya Jokowi-JK) maupun Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Kita harus masuk dalam pertandingan secara gentle.

Dalam pertandingan, pasti ada yang menang dan kalah. Tapi, setelah kompetisi selesai, kita harus kembali rukun. Jangan sampai menyisakan perasaan sakit hati, dendam atau luka yang sulit terobati.

Elite partai harus bisa menunjukkan keteladanan, harus sama-sama mengedepankan moral dan tanggung jawab. Bangsa ini sudah cukup capek dengan persoalan yang ada, sehingga para elite harus bisa menjaga.

Elite parpol itu kan ingin jagonya menang, apa mungkin black campaign dihentikan?
 Kampanye hitam hanya bisa dihentikan dengan adanya kesadaran bersama. Kalau itu tidak ada, kampanye hitam tidak akan berhenti. Imbauan demi imbauan, peraturan demi peraturan, tak menjamin kampanye hitam berhenti.

Kampanye hitam hanya dapat dihentikan dengan adanya panggilan akal sehat dan nurani yang menyatakan bahwa kita adalah saudara sebangsa dan setanah air.

Kita sama-sama memiliki niat baik untuk membangun negeri. Dengan cara itu kampanye hitam bisa dihentikan.

Bagaimana cara Nasdem memperjuangkan kemenangan Jokowi-JK?
Strategi pemenangan pasangan Jokowi-JK adalah strategi kolektif, milik semua partai pendukung. Yang jelas, Nasdem akan memberikan apa yang bisa kami berikan. Semangat, keyakinan, dan kerja keras untuk membawa kemenangan.

Yang ingin saya garisbawahi, Nasdem tidak akan mentolerir siapapun yang melakukan kampanye hitam. Kami akan mengingatkan, pertarungan dalam pilpres bukan untuk saling merusak.

Nasdem yang pertama bekerja sama dengan PDI Perjuangan untuk mengusung Jokowi, apa yang mendasari keputusan itu?
Pendirian Partai Nasdem diniatkan untuk membawa gerakan perubahan atau restorasi Indonesia. Kami membawa atau menerapkan cara-cara baru dalam berpartai, yakni mengedepankan fatsun etika, moralitas, dan profesionalitas.

Karenanya, saat PDI perjuangan datang dan mengutarakan keinginan untuk bekerja sama, saya merasa tawaran itu nggak perlu dipikir panjang. Sebab, mereka mengungkapkan bahwa tokoh yang akan diusung adalah Pak Jokowi.

Secara ideologi, visi dan misi PDI Perjuangan juga tidak banyak berbeda dengan Nasdem.

Saat ditanya, apakah saya punya keinginan untuk mendampingi Pak Jokowi atau ada pesan lain? Saya jawab tidak ada. Saya tidak menempatkan persepsi atau pamrih apa pun, kecuali satu hal. Yakni kami berharap, Pak Jokowi bisa terpilih dan menjalankan amanah.

Kenapa begitu?
Bagi kami yang terpenting bagaimana politik gagasan itu bisa berjalan, tidak berhenti pada diskusi dan perdebatan. Kami mau gagasan ini (restorasi-red) bergerak pada satu hal yang lebih konkret, yaitu oprasionalisasi kehidupan keseharian kita dalam berbangsa dan bernegara.

Apa gerakan perubahan yang didengungkan Nasdem?
Gerakan perubahan yang kami maksudkan adalah membangun kembali kesadaran masyarakat bangsa ini untuk menerima kondisi objektif. Kita mau menerima kekurangan, kesalahan dan kelebihan. Mau menerima fakta-fakta seputar ketertinggalan kita dengan bangsa lain dalam semua aspek kehidupan. Tapi, bukan berarti kita tidak bisa bangkit.

Apa persyaratan untuk bangkit?
Yang paling utama menerima kondisi objektif dengan mengubah cara berpikir. Buruk adalah buruk. Jelek adalah jelek. Jangan kita memanipulasi. Sudah jelas hitam, kita bilang putih. Sudah jelas rusak, kita bilang bagus. Ini bahaya. Kita menabung kerusakan yang lebih besar di dalam bangsa ini. Tidak ada gunanya semua kebijakan, tidak ada gunanya sumber daya alam kalau tidak kita kelola dengan baik. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya