Berita

Romahurmuziy

Wawancara

WAWANCARA

Romahurmuziy: SDA Tersangka, Tak Pengaruhi Koalisi Dengan Prabowo-Hatta

RABU, 28 MEI 2014 | 09:51 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Penetapan tersangka Menteri Agama yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali, sangat menyita perhatian para kader dan simpatisan partai berlambang Kabah itu.

“Mereka terkejut dengan apa yang terjadi saat ini.  Bahkan ada beberapa kader yang tidak percaya jika SDA (Suryadharma Ali) dijadikan tersangka oleh KPK,’’ kata Sekjen PPP Romahurmuziy kepada Rakyat Merdeka, Minggu (25/5).

Seperti diketahui, Juru Bicara KPK Johan Budi SP dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/5) mengatakan, sejauh ini hanya SDA yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji tahun 2012-2013.


Untuk mengusut kasus ini, kata Johan Budi, KPK mengumpulkan bukti hingga ke Arab Saudi. “Disimpulkan, dalam proses penyelenggaraan haji diduga telah terjadi tindak pidana korupsi. Karena itu, sejak hari ini (Kamis lalu) KPK menetapkan SDA selaku Menteri Agama sebagai tersangka,” ujar Johan.

Dengan pemberitaan yang massif dari media massa terhadap kasus ini, aku Romahurmuziy, membuat semua tingkatan kader mengetahuinya. “DPP harus mampu memberikan penjelasan kepada kader di semua tingkatan, agar mereka tidak salah persepsi terhadap kasus ini,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa yang disampaikan SDA kepada pengurus PPP saat rapat Jumat (23/5) sore?
Saat itu beliau (SDA) menjelaskan kasus ini dari kacamata beliau. Beliau bercerita tentang kronologi penyelenggaraan haji dari berbagai tahapan ke tahapan.

SDA juga belum mengetahui di poin mana ada kesalahan yang menetapkan dirinya menjadi tersangka. Padahal, beliau yakin tidak bersalah dan tidak ada yang janggal dalam proses pelaksanaan haji. Semua prosedur sudah dijalankan dengan baik dan benar.

Apa saja yang disampaikan pengurus PPP kepada SDA?
Pertama, kami memberikan motivasi kepada beliau supaya tetap sabar menghadapi persoalan ini. Kedua, kami anjurkan Pak SDA menyiapkan materi-materi terkait dengan apa saja yang sudah diberikan beliau selama memimpin Kementerian Agama. Jangan sampai prestasinya selama beliau menjabat terhapus dengan adanya kasus ini.

Apa saja prestasi SDA selama menjabat Menteri Agama?
Ada beberapa prestasi. Di antaranya dari mekanisme penempatan jamaah, peningkatan lebih dari 300 persen jamaah haji asal Indonesia. Perubahan tata kelola keuangan. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang semula dilakukan melalui bank, tapi diubah dalam bentuk sukuk. Ini membuat banyak negara memberikan apresiasi atas penyelenggaraan haji dari Indonesia.

Apa kasus ini mengganggu koalisi PPP dengan Gerindra?
Tidak ada pengaruhnya sama sekali. Koalisi  ini bukan koalisi antar personal.

PPP hanyalah satu bagian dari enam partai koalisi pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Bagaimana dengan kondisi di internal PPP?

Hal ini sudah pasti menyita perhatian dari kader dan simpatisan PPP. Kami DPP harus mampu memberikan penjelasan kepada kader di semua tingkatan mengenai kasus itu.

Apa saja yang perlu dijelaskan kepada kader dan simpatisan PPP?

Kami selalu sampaikan bahwa ini adalah peristiwa hukum. Kami tegaskan kepada mereka untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sebab, semuanya masih dalam proses. Saya harap para kader dan simpatisan tidak terpancing statemen yang provokatif dari pihak-pihak di luar PPP.
 
KPK menetapkan SDA sebagai tersangka, apakah Anda menilai itu politis?
Kami menilai penetapan tersangka ini merupakan proses penegakan hukum. Ini adalah tindakan justisia yang dilakukan semua penegak hukum. Apa yang terjadi sekarang merupakan koefisiensi dengan hiruk pikuk menuju pilpres. ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya