Berita

aburizal-prabowo

Prabowo: Kini Saatnya Kita Bersama-sama Bangun Bangsa

Gerindra Keponakan Golkar
SELASA, 27 MEI 2014 | 18:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Prabowo Subianto memuji partai-partai yang mengusungnya sebagai calon presiden pada Pilpres 2014 ini. Partai Golkarnya misalnya.

Dalam rapat pemantapan pemenangan Prabowo-Hatta, dia menyatakan Golkar yang saat ini dipimpin Aburizal Bakrie telah banyak mengukir sejarah bangsa ini.

"Sudah banyak yang disumbangkan untuk Indonesia," jelasnya di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (27/5).


Menurutnya, Golkar telah berjasa membangun negeri ini selama 32 tahun. Banyak tokoh - tokoh besar dilahirkan dari partai ini. "Termasuk saya. Golkar dulu partai saya," jelasnya seraya mengaku dirinya banyak belajar politik dari Golkar bahkan Gerindra adalah keponakan Golkar.

Selain Golkar, Prabowo-Hatta diusung Gerindra, PAN, PKS, PBB dan PPP. Lebih jauh di menjelaskan, kini saatnya bersama-sama menyumbangkan pemikiran, jiwa dan raga untuk memaksimalkan pembangunan negeri ini.

Ketum Golkar, Aburizal Bakrie (ARB), yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan, rapat ini bertujuan untuk memaksimalkan pemenangan capres dan cawapres yang diusung koalisi Gerindra, PAN, PPP, PKS, PBB, dan Golkar itu.

"Kita ingin maksimal memenangkan keduanya," jelas ARB. Dia menyatakan pihaknya mulai dari struktur DPP hingga kebawah akan bergerak maksimal memenangkan Prabowo dan Hatta.

Direktur Konsep Indonesia (Konsepindo) Research and Consulting, Veri Muhlis Ariefuzzaman, menyatakan konsolidasi tim pemenangan secara profesional itu penting. "Tim kecil yang terorganisir dengan baik akan mengalahkan tim besar yang amburadul dan kelewat percaya diri," tegas Veri.

Rapat pemantapan ini dihadiri seluruh petinggi koalisi. Ketua MPP PAN, Prof Amien Rais bersama Ketum PAN sekaligus cawapres, Hatta Rajasa, hadir. Juga hadir masing-masing ketua partai koalisi, ketua timses Mahfud MD dan tokoh Indonesia Timur yang juga Ketua Presidium ICMI, Marwah Daud Ibrahim. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya