Berita

Zulkarnaen

Wawancara

WAWANCARA

Zulkarnaen: Penetapan Tersangka Kepada SDA Nggak Ada Kaitannya Dengan Pilpres

SENIN, 26 MEI 2014 | 09:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Penetapan status tersangka kepada Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) murni kasus hukum. Tidak ada kaitannya dengan  Pilpres 9 Juli mendatang.

“Ini tidak ada kaitan dengan situasi politik menjelang pilpres. Kami menetapkan tersangka berdasarkan ukuran alat bukti. Kebetulan saja situasinya menjelang pilpres,” ujar Wakil Ketua KPK Zulkarnaen kepada Rakyat Merdeka, Jumat (23/5).

Untuk itu, lanjutnya, publik diminta tidak mengkaitkan penetapan tersangka kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu dengan situasi politik menjelang pilpres.


Seperti diketahui, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP dalam konferensi pers, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/5) malam mengatakan, sejauh ini hanya SDA yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013.

Untuk mengusut kasus ini, lanjut Johan Budi, KPK mengumpulkan bukti hingga ke Arab Saudi. “Disimpulkan, dalam proses penyelenggaaan haji diduga telah terjadi tindak pidana korupsi. Karena itu, sejak hari ini KPK menetapkan SDA selaku Menteri Agama sebagai tersangka,” ujar Johan.

Zulkarnaen selanjutnya mengatakan, SDA ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Penyelenggaraan Haji Tahun 2012-2013. Itu didasarkan pada kajian KPK tentang penyelenggaraan haji di Kementerian Agama.

“KPK masih menghitung jumlah kerugian negara atas kasus tersebut. KPK menemukan sejumlah komponen dalam penyelenggaraan ibadah haji termasuk pengadaan barang dan jasa. Ada dana-dana yang dibayarkannya tidak sesuai, kemahalan,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Sudah berapa lama KPK menelusuri kasus itu?
Kajian kami tentang penyelenggaraan haji sudah dilakukan cukup lama.
Dalam penyelidikan, kami menemukan 48 masalah yang harus dibenahi.
 
Rinciannya apa saja? 
Ada sejumlah komponen, termasuk pengadaan barang dan jasa. Diantaranya, katering, pemondokan, dan transportasi. Ada juga pejabat yang diberangkat ke Tanah Suci dengan biaya dana haji. Seharusnya, biaya itu ditanggung sendiri.
 
Berapa total dugaan kerugian negara?
Masih dihitung.
 
Apakah KPK menemukan adanya tersangka lain?

Tunggu saja waktunya. Kalau sudah waktunya, tentu akan kami lakukan.
 
Soal dugaan pelanggaran kode etik Ketua KPK Abraham Samad, kapan sidang etiknya digelar?
Setahu saya belum ada rencana itu. Nggak ada yang menjadwalkan itu.
 
Bukankah Ketua KPK beberapa kali bertemu dengan Jokowi  yang digadang-gadang jadi cawapres?
Itu harus dibicarakan dulu pada level pimpinan. Kami harus bertemu terlebih dulu untuk membahas hal itu. Kalau pimpinan lain merasa perlu ada krarifikasi, ya dijelaskan saja.
 
Menurut Anda, apa  perlu diklarifikasi?
Karena isu itu memang sudah terbuka. Menurut saya, Pak Abraham Samad perlu melakukan klarifikasi. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya