Berita

Muhammadiyah harus Turut Memastikan Pemerintahan Baru Lebih Baik

JUMAT, 23 MEI 2014 | 22:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Muhammadiyah bertanggungjawab moral untuk memastikan pergantian kepemimpinan nasional dapat melahirkan pemerintahan baru yang lebih cakap dan bekerja untuk kesejahteraan rakyat.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif MAARIF Institute Fajar Riza Ul Haq terkait pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah Jumat (23/5) sampai Minggu (25/5) di Samarinda, Kalimantan Timur dengan tema "Dakwah Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan". 

Fajar mengungkapkan demikian karena pelaksanaan Tanwir yang diikuti ratusan pengurus wilayah Muhammadiyah se-Indonesia ini bertepatan dengan momentum Pilpres 2014.


"Konsistensi dakwah Muhammadiyah di jalur kultural tidak bisa dibantah lagi. Netralitas politik organisasi yang ditampilkan para elite Muhammadiyah dalam hiruk-pikuk pilpres mampu meyakinkan kita semua bahwa demokrasi kita masih punya napas untuk siuman," jelas Fajar sesaat lalu.

Meski begitu, Muhammadiyah tidak boleh membiarkan negeri ini dikelola dengan cara-cara yang jauh dari semangat pencerahan dan kemajuan.

"Jadi, ini lahan dakwah Muhammadiyah pada ranah kebangsaan. Kader-kader terbaik Muhammadiyah harus dihibahkan bahkan didorong untuk berkiprah dalam kancah kenegaraan," tukas anggota Lembaga Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah ini. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya