Berita

jokowi-jk

Sejumlah Jenderal, Pengamat Hingga Istri Ketum PBNU Perkuat Tim JKW-JK

JUMAT, 23 MEI 2014 | 18:01 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla telah membentuk tim pemenangan. Pasangan yang diusung koalisi PDIP, NasDem, PKB dan Hanura itu menggaet nama-nama beken dari berbagai latar belakang untuk duduk di  Tim Kampanye Nasional Jokowi - JK.

Duduk sebagai Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK adalah Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo. Ketua tim pemenangan Jokowi-JK akan dibantu sekretaris utama yang dipercayakan kepada pengamat politik, Andi Wijayanto. Selanjutnya Andi membawahi sejumlah sekretaris I yang berasal dari para sekjen dari partai pengusung Jokowi.

“Kecuali Sekjen PDIP, karena sudah duduk sebagai ketua tim pemenangan,” kata Wakil Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di kantor DPP Partai Nasdem, di Jakarta Pusat,  Jumat (22/5).


Seperti dikutip dari JPNN, Hasto menambahkan, para ketua umum partai politik pengusung Jokowi-JK dipercaya untuk duduk dalam dewan penasihat. Di antaranya Ketua Umum PDIP Megawati SP, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Selain dewan penasihat, Tim Pemenangan Jokowi-JK juga dilengkapi dengan tim pengarah. Duduk di jajaran pengarah tim pemenangan antara lain politisi senior PDIP Sidarto Danusubroto, mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Ketua Dewan Syura PKB KH Aziz Mansur, ulama kondang KH Dimyati Rois, Ketua Fraksi PDIP DPR Puan Maharani, serta dua mantan petinggi BIN, yakni AM Hendropriyono dan As'ad Said Ali.

Di tim pengarah juga ada nama Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar Luhut Binsar Panjaitan, Laksamana (Purn) Tedjo Edi, Letjen TNI (purn) Farid Zainudin, Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso, mantan Sekjen PDIP Pramono Anung, mantan Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir, Andi Muawiyah dan Nurhayati Said Aqil Siraj. Nurhayati merupakan istri Ketum PBNU Said Aqil Siraj.

Dalam tim pemenangan itu juga ada badan pemenangan pemilu presiden. Puan Maharani yang tercatat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Legislatif PDIP, dipercaya untuk memimpin badan pemenangan pilpres. Bersama Puan, ada nama Victor Laiskodat, Marwan Jafar dan mantan Kapolri Chairuddin Ismail di badan pemenangan pilpres.

"Mengingat pergerakan pemenangan itu merupakan kombinasi mesin partai, tim relawan, maka peran badan pemenangan pilpres  sangat penting dan strategis," ujar Hasto.

Tim Pemenangan Jokowi-JK juga menunjuk sejumlah nama sebagai penghubung. Mereka adalah Ahmad Basarah (PDIP), Siti Nurbaya (NasDem), Hanif Dakhiri (PKB) dan Saleh Husin (Hanura).

Untuk penggalangan dana, tim pemenangan mempercayakan pada bekas Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Farchrul Rozi. Sedangkan untuk posisi bendahara tim pemenangan dipercayakan ke Didit MP. Ada pula Wakil Sekjen PDIP Eriko Sutarduga yang memimpin tim bidang koordinator logistik dan relawan.

Tim pemenangan Jokowi-JK juga membentuk tim kreatif yang dipimpin Triawan Munaf. Untuk tim media sosial ada nama Romanus Sumaryo. Sedangkan pengacara kondang Henri Yosodiningrat memimpin tim hukum. Ada pula mantan Kapolri, Dai Bachtiar yang memimpin tim hukum khusus.

Selain itu, Tim Pemenangan Jokowi-JK juga dilengkapi lima juru bicara antara lain Anies Baswedan, Abdul Kadir Karding, Ferry Mursydan Baldan, Syarifuddin Suding dan Hasto Kristiyanto. Sedangkan Khofifah Indar Parawangsa karena pertimbangan strategis tak masuk dalam struktural tim.

“Mbak Khofifah secara khusus sudah disebut Jokowi sebagai juru bicara. Tapi dengan pertimbangan strategis tidak masuk dalam tim kampanye," kata Hasto.

Tim pemenangan Jokowi-JK juga dilengkapi tim ahli yang dipercayakan kepada Sukardi Rinakit dan Andreas Periera.”Ada juga tim debat yang anggotanya Maruarar Sirait, Helmi Faisal Zainy, Poempida Hidayatullah,” papar Hasto.
 
Tim pemenangan Jokowi-JK juga dilengkapi bidang penggerak pemilih. Nama yang duduk di dalamnya antara lain Bambang Wuryanto, Abdul Munir Mulkan, Imam, Izul Muslimin dan lainnya.

Sedangkan untuk urusan media diserahkan kepada Saur Hutabarat dan Arya Bima. "Ini perlu untuk menyampaikan gagasan, maupun visi misi pasangan calon," kata Hasto.

Hasto mengatakan Tim Kampanye Jokowi-JK gabungan dari partai pengusung juga diperkuat tokoh-tokoh non-parpol.  "Pertimbangannya aspek pengalaman, elektoral dan kesukarelaan dalam memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi - JK," ujar Hasto. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya