Berita

Brigjen Boy Rafli Amar

Wawancara

WAWANCARA

Brigjen Boy Rafli Amar: Kalau Pengamanan Polri Diumbar Ke Publik Bisa Mengancam Capres

JUMAT, 23 MEI 2014 | 08:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kepolisian sudah mengantisipasi segala kemungkinan adanya gangguan keamanan dalam Pilpres 9 Juli mendatang.

“Potensi terhadap gangguan keamanan dalam pilpres akan selalu ada. Yang terpenting dilakukan harus mengelola potensi itu menjadi tidak rawan,’’ kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar, kepada Rakyat Merdeka, yang dihubungi via telepon, kemarin.

Untuk itu, lanjutnya, kepolisian sudah menjalin kerja sama dengan seluruh pimpinan parpol dan kelompok masyarakat pendukung untuk membangun kesadaran agar tidak melakukan kekerasan.


“Kami sudah bekerja sama denganTNI dan penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu. Dengan demikian kami sudah siap menghadapi jalannya pilpres,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana dengan pasukan khusus untuk mengamankan capres dan cawapres?
Sudah kami siapkan. Namanya satuan tugas pengamanan VIP. Mereka bertugas mengamankan capres dan cawapres.

Strategi keamanannya bagaimana?
Satgas VIP terbagi dua sesuai dengan sifat penugasannya, yaitu pengamanan tertutup dan pengamanan terbuka.

Pengamanan tertutup merupakan personel intelijen yang melekat pada tim dan akan berpakaian sipil alias tanpa seragam kepolisian.

Sementara pengamanan terbuka adalah pengamanan di ruang terbuka yang nantinya akan dilakukan oleh personel kepolisian di bawah kendali komando perwiranya.

Para personel kepolisian akan bertugas selama 24 jam dalam sehari.

Tim kesehatan, bagaimana?
Tim kesehatan bersama Satgas VIP yang telah dibentuk akan menyertai para kandidat capres dan cawapres.

Berapa personel dikerahkan untuk mengawal setiap capres dan cawapres?
Kami tidak bisa menyebutkan secara detail jumlahnya. Sebab, ini antara lain strategi dari kepolisian. Kalau kami umbar secara detail ke publik, dikhawatirkan bisa mengancam keamanan capres dan cawapres.

Kalau mengenai total personel yang dikerahkan, publik bisa tahu dong?
Kami mengerahkan 630 personel kepolisian. Terdiri atas lima kesatuan,  yakni Intelijen, Reserse, Lalu Lintas, Sabhara dan Brimob. Mereka nantinya akan mengawal segala kegiatan dua pasangan capres dan cawapres beserta keluarganya. Mereka turun ke daerah-daerah saat kampanye pilpres nanti.

Sampai kapan pengamanan itu?
Pengamanan dan antisipasi kami lakukan sampai di level kontijensi hingga berakhir pada pelantikan presiden dan wapres. Kami melakukan pengamanan saat pendaftaran capres, pencetakan dan pendistribusian surat suara serta kampanye, minggu tenang, pencoblosan, hingga perhitungan suara di TPS maupun penghitungan di KPU Pusat.

Adakah objek vital yang mendapatkan penjagaan khusus?

Beberapa obyek vital yang turut dijaga antara lain meliputi gedung KPU, gedung Mahkamah Konstitusi, Bawaslu, dan beberapa gedung lainnya. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya