Berita

jusuf kalla

Wajib Didukung, Kontribusi Keluarga JK terhadap Muhammadiyah Tidak Terkira

KAMIS, 22 MEI 2014 | 07:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sejumlah kader dan tokoh Muhammadiyah mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014 ini. Mereka yang tergabung dalam Tim Relawan Sang Surya menyokong penuh capres-cawapres PDIP, Nasdem, PKB, dan Hanura itu karena ada sosok Jusuf Kalla.

"Kami warga Muhammadiyah yang punya hubungan emosional dengan keluarga JK tidak bisa memilih yang lain, kecuali JK tidak ikut," jelas pengurus Posko Pusat Tim Relawan Sang Surya, M. Ihsan pagi ini (Kamis, 22/5).

Ihsan menjelaskan, ibunda JK, Athirah, adalah pendiri dan tokoh Aisyiyah/Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Bahkan, pengurus PP Pemuda Muhammadiyah periode 2006-2010 pernah menerbitkan biografi tentang perjuangan Athirah dalam mengembangkan Aisyiyah dan Muhammadiyah di provinsi tersebut.


"JK merupakan anak biologis Aisyiyah," ungkap mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Biografi tersebut juga menceritakan bagaimana pertemuan antara sang pemuda JK dan perempuan Minang Kabau Sumatera Barat Mufida, anak tokoh Muhammadiyah yang ditugaskan dari Mualimin Padang Panjang untuk mengajar di Makassar.

Dalam perjalanannya, Mufida tidak hanya sebatas anak biologis tokoh Muhammadiyah Sumatera Barat, tetapi beliau meneruskan perjuangan sang mertua, Athirah menjadi pengurus Aisyiyah.

Menurut bekas Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indoensia (KPAI) ini pengabdian dan perhatian Mufida selama mendampingi JK terhadap Muhammadiyah dan Aisyiyah tiada terkira. Sampai suatu waktu karena Bank Persyarikatan milik Muhammadiyah mengalami masalah dimana komisarisnya waktu itu antara lain Syafii Maarif, Din Syamsudin, Hajriyanto Tohari, terancam masuk penjara, JK yang pada waktu itu Wakil Presiden menjamin penyelesaian Bank Persyarikatan, sehingga tokoh Muhammadiyah tersebut terselamatkan.

"Sebagai anak biologis Muhammadiyah dan Aisyiyah, JK dan Mufida memberikan perhatian yang luar biasa pada warga Muhammadiyah, baik ketika menjabat atau tidak. Kantor PP Muhammadiyah di Menteng Raya penuh dengan bantuan paket lebaran yang dikirim ke seluruh warga Muhammadiyah/Aisyiyah seluruh Indonesia yang membutuhkan," imbuh Ihsan.

"Keikhlasan dan nilai-nilai perjuangan untuk membangun ummat yang tertanam dalam keluarga JK membuat warga Muhammadiyah dan Asyiyah se-Indonesia tidak dapat pergi ke lain hati. Karena mendukung keluarga sendiri merupakan kewajiban dalam Islam yang harus kami tunaikan," demikian Ihsan. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya