Berita

gita wirjawan

Gita: Momentum Harkitnas harus Menyadarkan Semua Anak Bangsa

SELASA, 20 MEI 2014 | 12:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang bertepatan pada saat tahun politik sekarang ini seharusnya menyadarkan semua anak bangsa akan pentingnya pendewasaan pendidikan politik dalam proses berdemokrasi.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Barindo Gita Wirjawan terkait hari Kebangkitan Nasional yang jatuh hari ini (Selasa, 20/5).

"Prakarsa para pelajar STOVIA mendirikan Boedi Oetomo 106 tahun yang lalu merupakan tonggak penting dalam perjalanan bangsa. Yang luar biasa, mereka sudah bicara soal pendidikan sebagai kunci kemajuan bahkan kemerdekaan sebuah bangsa. Hari ini pun saya melihat kualitas pendidikan akan sangat menentukan kematangan demokrasi kita," ujarnya.


Pasalnya, menurunnya kualitas pemilu legislatif kemarin mencerminkan adanya persoalan mendasar dalam mentalitas politik kita. Menurut mantan Menteri Perdagangan ini, biaya politik yang membengkak pada Pemilu 2014 ini pertanda tidak adanya efektivitas dalam proses demokrasi.

"Sangat tidak sehat. Tentu masyarakat juga harus sadar untuk tidak terbawa arus, syukur jika bisa ikut mengawasi. Nah, Kebangkitan Nasional perlu diperingati dalam konteks menghidupkan kembali kesadaran politik berbangsa secara elegan, jujur, dan membuka ruang yang sama untuk semua warga negara atas dasar integritas dan kapasitas," beber dia.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Jenderal DPP Barindo Fajar Riza Ul Haq melihat perlunya transformasi semangat Hari Kebangkitan Nasional sehingga tetap relevan dengan tantangan abad ke-21.

"Dasarnya, kan melek terhadap tuntutan zaman, sekarang secara ekonomi Indonesia sudah bisa sejajar dengan bangsa-bangsa maju. Namun relevansi geopolitik dan peran internasional kita belum pada posisi yang seharusnya. Ini pekerjaan rumah presiden dan wakil presiden terpilih nanti," pungkas Fajar. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya