Berita

abraham samad

LONCAT PAGAR KPK

Ternyata Perjalanan Abraham Samad Tak Seperti Pendahulunya

KAMIS, 15 MEI 2014 | 23:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Bekas Wakil Ketua KPK M. Jasin saat ini menjabat sebagai inspektur jenderal di Kementerian Agama. Jabatan tersebut ia duduki setelah masa jabatannya sebagai komisioner di lembaga anti rasuah itu selesai, yaitu 18 Desember 2011 lalu.

Karena itu, tegas Jasin, dirinya berbeda dengan Abraham Samad yang saat ini sedang digadang-gadang akan dipinang sebagai calon wakil presiden. Pasalnya, Samad masih aktif sebagai pimpinan KPK.

"Kalau menyinggung soal saya dari KPK ke Kemenag, ada sesuatu yang berbeda," tegas Jasin kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Kamis, 15/5).


Selain itu juga, dia menduduki posisi Irjen tanpa ada deal-deal politik. Karena jabatan tersebut diperoleh melalui open recruitment.

"Saya mendaftar bursa Kepala LAN yang diumumkan melalui koran harian Kompas, secara online ke Menpan, atas dasar open recruitment pada tahun 2012. Saat itu (saya) sudah tidak aktif sebagai pimpinan KPK," tegasnya.

Tak sampai disitu, Jasin juga melalui tahapan-tahapannya. Misalnya, dia mengikuti test-test beruntun selama tiga bulan. Dari kurang lebih 100 orang peserta test, lulus 3 orang termasuk dirinya. Tiga orang itu dikirim ke Tim Penilai Akhir (TPA).

"Akhirnya saya dipandang cocok oleh TPA untuk ditempatkan sebagai Irjen Kemenag. Jadi by proses saya tidak ada conflict of interest, tidak ada deal politik, dan tidak sedang menjalankan tugas di KPK," tegas Jasin.

Jasin mengungkapkan tersebut untuk menjaga kredibilitas KPK agar tetap dipercaya masyarakat bahwa lembaga tersebut tidak terkontaminasi politik.

"Oleh karenanya harus diduduki oleh orang-orang yang konsisten dalam memegang amanah, dan juga diisi oleh orang-orang yang secara moral/perilaku dapat dijadikan contoh (role model) oleh masyarakat . Itulah bedanya KPK dengan lembaga-lembaga lain. Dan KPK  harus sesuai dengan harapan para perintis pendiri KPK yang sekarang  masih hidup," demikian Jasin.

Sebelumnya, Samad mengaku telah mendapat restu dari empat pimpinan KPK lainnya untuk melompat menjadi cawapres dalam Pilpres mendatang. Dia mengatakan, kalau dirinya pada akhirnya maju di pilpres dan menang,  visi-misinya tetap memberantas korupsi seperti mantan pimpinan KPK lainnya yang berkiprah di berbagai institusi.

"Jadi, dimana pun kita berada, seperti Pak Jasin di Kemenag, Pak Haryono di Kemendikbud, kemudian Pak Ruki pernah jadi Wakil Ketua BPK. Itu semua mempunyai fungsi yang sangat strategis, yaitu membawa misi pemberantasan korupsi," kata Samad. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya