Berita

erry ryana

Erry Riyana: Samad harus Segera Mundur Kalau Berniat Jadi Cawapres

SENIN, 12 MEI 2014 | 07:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Para mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ikut mengomentari menguatnya wacana Abraham Samad yang akan digandeng menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2014 ini.

Nama Ketua KPK itu memang semakin nyaring disebut-sebut bakal digaet sebagai calon wakil presiden. Setelah sebelumnya sempat diwacanakan akan digandeng calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto, Joko Widodo juga tidak mau kalah. Bahkan, calon presiden PDI Perjuangan itu menegaskan Abraham Samad satu di antara calon kuat yang akan menjadi pendampingnya.

Mantan pimpinan KPK Erry Riyana Hardjapamekas tak mempersoalkan Abraham Samad maju dalam Pilpres yang akan digelar Juli mendatang. Karena itu hak semua warga negara.


"Semua warga punya hak untuk dilirik. Dan yang dilirik kalau memang sudah niat juga tak ada larangan," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 12/5).

Namun dia mengingatkan, Abraham Samad harus mundur kalau memang sejak awal sudah berniat untuk meramaikan bursa Pilpres 2014. "Kalau niatnya muncul sejak jauh-jauh hari, sebaiknya fokus dan lepas dari kewajiban lain sehingga tidak ada benturan kepentingan," tandasnya.

Sebelumnya, mantan Pimpinan KPK lainnya, M. Jasin menolak kalau sampai Abraham Samad menjadi cawapres. (Baca: Kalau Samad Jadi Cawapres, M. Jasin Kuatir KPK akan Jadi Batu Loncatan)

"KPK harus tidak terkontaminasi dengan politik, dan iming-iming jabatan politik apalagi disaat mereka masih sedang menjabat sebagai Pimpinan KPK," tegas Jasin.

Penolakan yang sama juga disampaikan mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua.  (Baca: Ini Alasan Kenapa Abraham Samad harus Diperiksa)

"Kalau beliau (Abraham Samad) terima tawaran dari siapapun, berarti beliau seorang pengkhianat. Karena mengkhianati amanah Pansel dan Komisi III DPR yang memilihnya sebagai pimpinan KPK untuk 4 tahun," tandasnya.

Pernyataan berbeda disampaikan mantan Pimpinan KPK Haryono Umar. Dia tak keberatan kalau Abraham Samad maju sebagai calon wakil presiden. "Saya rasa bagus karena akan membawa pemerintahan yang bersih. Jadi dengan masuk eksekutif bisa langsung membenahi dari dalam," ujar Haryono.  (Baca: Haryono Umar: KPK Tidak Tergantung pada Abraham Samad) [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya