Berita

prabowo/net

Rasional Bila Golkar Usung PBS untuk Jadi Cawapres Prabowo

MINGGU, 11 MEI 2014 | 20:06 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pilihan paling realitis bagi Golkar saat ini dalam menghadapi Pilpres 2014 adalah mengusung calon wakil presiden, dan berkoalisi dengan capres yang punya elektabilitas tinggi.

"Pilihan untuk lebih baik menjadi cawapres merupakan pilihan yang rasional," kata Direktur Eksekutif Polcomm Institute, Heri Budianto, dalam diskusi "Pasca Real Count: Kemana Arah Partai Politik" di Cikini, Jakarta (Minggu, 11/5).

Menurut Heri, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie juga harus realistis dan mulai menjaring aspirasi yang berkembang di Golkar. Hal ini penting dilakukan untuk menaikkan posisi tawar Golkar dalam berkoalisi dengan Gerindra.

Selain itu, katanya, Golkar juga perlu mempertimbangkan berbagai hal terkait dengan kriteria cawapres yang akan disodorkan kepada Prabowo. Kriterianya pun harus sesuai dengan keinginan pasar pemilih saat ini yakni tokoh muda.

Dalam pandangan Heri, beberapa nama yang layak diusung menjadi cawapres itu adalah Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, Priyo Budi Santoso, Luhut Binsar Pandjaitan, Agung Laksono, dan Ginanjar Kartasasmita.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Polcomm sendiri pada 3 April lalu, nama Jusuf Kalla menduduki peringkat teratas untuk mendampingi capres PDI Perjuangan, sementara nama Priyo Budi Santoso paling cocok jika mendampingi capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

“Prabowo dengan Priyo. Dia (Priyo) kan tokoh muda, tenang, dapat saling mengisi dengan Prabowo yang memiliki sikap tegas. Saya kira segera saja Golkar melakukan sebuah konsolidasi internal, jangan ditunda-tunda lagi Rapimnasnya,” ujarnya. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya