Berita

Heru Lelono

Wawancara

WAWANCARA

Heru Lelono: Pak SBY Sama Sekali Tidak Terpengaruh Serangan Anas

SELASA, 06 MEI 2014 | 09:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

KPK akhirnya sudah menyurati Presiden SBY dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) untuk menjadi saksi meringankan bagi tersangka Anas Urbaningrum.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, surat itu dikirim 28 April 2014 lalu. SBY dan Edhie Baskoro Yudhoyono dipanggil menjadi saksi meringankan atas permintaan tersangka Anas Urbaningrum.

Namun SBY dan Ibas menolak permintaan untuk dihadirkan sebagai saksi.


Sebab, menurut pengacara keluarga SBY, Palmer Situmorang, SBY dan Ibas tidak ada kaitannya dengan perkara Hambalang. Substansi perkara yang disidik tidak ada relevansinya.

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Presiden Bidang  Informasi dan Hubungan Masyarakat Heru Lelono mengatakan,  Anas sebaiknya konsentrasi terhadap kasusnya. Tidak  membawa-bawa nama SBY dan Ibas.

“Anas tak perlu mengintervensi penegak hukum. Sebaiknya Anas konsentrasi saja menghadapi kasusnya tersebut,’’ kata Heru Lelono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

“Saya kenal Anas. Saya minta, dia lebih baik konsentrasi terhadap tuduhan yang diberikan KPK terhadap dirinya. Kalau dia merasa tidak berbuat salah, buktikan.

Kalau itu dia lakukan, masyarakat akan lebih hormat,”  tambahnya.
Berikut kutipan selengkapnya;

Anas dan kuasa hukumnya berkali-kali meminta SBY dan Ibas diminta hadir sebagai saksi meringankan, ini bagaimana?

Terlepas dari posisi SBY sebagai Presiden, kita mengetahui, proses hukum yang dilakukan KPK pasti didasarkan bukti-bukti. Penegak hukum tidak mungkin melakukan proses hukum tanpa bukti yang kuat. Itu harus kita hargai, toh Presiden berkali-kali menegaskan tak akan mengintervensi.
 
SBY tidak melakukan intervensi?
Pak SBY justru mendorong penegakan hukum berjalan dengan benar, masa melakukan intervensi. Penegak hukum juga kan tidak akan main-main. KPK tidak akan gegabah dalam melangkah, karena proses itu berkaitan dengan reputasi mereka.
 
Adakah instruksi SBY terhadap kasus Anas?
Presiden tidak memberi instruksi khusus terhadap kasus per kasus. Beliau hanya pernah menegaskan dua hal. Pertama, SBY mengatakan kepada penegak hukum jangan mudah menjadikan orang tersangka, kalau buktinya belum kuat. Kedua, apa bila penegak hukum sudah punya bukti kuat, ya jangan ditunda-tunda juga. Nanti banyak spekulasi, kemudian masyarakat juga akan curiga.
 
Tapi sejumlah pihak menafsirkan instruksi tersebut sebagai intervensi?
Betul, ada sejumlah pihak yang menafsirkan bawa ucapan Presiden itu adalah intervensi. Misalnya, ada yang bilang, saya didorong oleh Presiden supaya segera ditangkap.

Sekali lagi, saya tegaskan, dua poin itu berlaku kepada semua pihak. Tidak pandang bulu. Presiden berharap hukum ditegakkan dan dijalankan seadil-adilnya.
 
Apakah SBY terpengaruh dengan serangan Anas?
Pak SBY sama sekali tidak terpengaruh dengan itu. Beliau tidak pernah membahas hal itu secara formal maupun informal dengan para stafnya. Seperti yang saya sampaikan tadi, sikap beliau sudah sangat jelas. Tegakkan hukum secara adil.
 
Soal SBY bentuk pengacara, bukankah hal itu ditujukan untuk mengantisipasi hal-hal semacam itu?

Sepengetahuan saya tidak ada.  Ini negara hukum. Siapa pun berhak meluruskan fitnah terhadap dirinya.  ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya