Berita

kpu/net

Di Depan Kantor KPU, Mahasiswa Madura Minta Digelar Pemilu Ulang

SENIN, 28 APRIL 2014 | 14:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kecewa dengan hasil pemilu legislatif bulan April 2014 lalu, masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Pemilu Bersih Madura mendatangi Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Gedung Bawaslu.

Koalisi Pemilu Bersih Madura gabungan dari Forum Forum Mahasiswa Madura (Formad), Angkatan Muda Madura (AMM), Perhimpunan Generasi Muda Madura dan seluruh elemen masyarakat yang peduli akan pemilu bersih menilai telah terjadi kecurangan yang massif dalam penyelenggaraan pemilu jauh dari asas pemilu yang Jurdil.

"Indikasinya ada jual beli suara pada tingkat KPUD Kabupetan dengan beberapa caleg," kata Koordinator aksi, Afifurrahman dalam orasinya di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta (Senin, 28/4).


Afif menduga terjadi jual beli suara yang dilakukan oleh salah satu caleg DPR RI yang memperoleh suara sah 182.000 pemilih. Dugaan ini juga mengingat, dalam geografi dan sosiokultural masyarakat Madura yang bahkan banyak melek huruf, sangat tidak mungkin caleg mendapat suara sah sebegitu banyak.

Afif mengatakan juga pemilu ulang di 19 TPS Kabupaten Sampang hanyalah sebagian kecil dari banyak kejanggalan Pemilu. 19 TPS yang ketahuan, adalah kebohongan amatir. Padahal, hampir seluruh TPS di Madura melakukan hal yang sama, yaitu pemilu tipu-tipu untuk kertas suara DPR RI.

Atas dasar itu, Koalisi Pemilu Bersih Madura meminta kepada KPU untuk melaksankan, pemilihan ulang untuk caleg DPR RI dapil Jawa Timur XI, Madura atas indikasi kecurangan Pemilu, atau menghitung ulang kotak suara DPR RI. Ia pun mendesak Bawaslu untuk memantau secara khusus dan ketat Pemilu ulang di dua kabupaten Sampang dan Kabupaten Bangkalan.

"Kami juga mendesak agar seluruh penyelengara Pemilu khususnya KPUD kabupaten Sampang dan Kabupaten Bangkalan yang tidak professional bekerja, dicopot karena terindikasi melakukan jual beli suara," tandasnya seraya mengatakan Pemilu Bersih medorong terciptanya DPR dan pemerintahan bersih. Pemilu tipu-tipu petaka bagi masa depan negerii. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya