Berita

PT Pertamina (Persero)

Bisnis

Pertamina Naikkan IRR Proyek Langit Biru 14%

SABTU, 26 APRIL 2014 | 09:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pertamina (Persero) diketahui menaikkan tingkat pengembalian modal (interest rate of return/IRR) lelang proyek langit biru Kilang Cilacap, Jateng dari 10 menjadi 14 persen untuk meningkatkan efisiensi proyek.

Sesuai dokumen yang diperoleh Rakyat Merdeka disebutkan, perubahan IRR itu menyebabkan harga perkiraan sendiri (HPS) proyek menjadi turun dari 338 juta menjadi 266 juta dolar AS. Akibatnya, tahap penawaran lelang proyek langit biru Cilacap yang menyisakan dua peserta lelang yakni konsorsium JGC-JGC Indonesia dan Toyo-IKTP mesti diulang. JGC sebelumnya menawar 350 juta dolar AS dan Toyo 430 juta dolar.

Namun, setelah diulang karena perubahan IRR, JGC tetap tidak merubah penawarannya yakni 350 juta dolar dan Toyo sedikit berkurang menjadi 420 juta dolar. Revisi penawaran yang diajukan kedua konsorsium itu masih jauh di bawah harga yang diinginkan Pertamina setelah perubahan IRR  yakni 266 juta dolar.


Dengan JGC saja, penawaran berselisih 84 juta dolar atau hampir Rp1 triliun. Tender Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) dibuka 12 April 2013 yang diikuti 13 perusahaan terdiri dari 6 nasional dan tujuh dari asing. PLBC mencakup pekerjaan revamping platforming unit dengan kapasitas 18,6 ribu barel per hari dan pembangunan isomerization berkapasitas 21,5 ribu barel per hari.

 Melalui proyek yang masuk MP3EI tersebut, Pertamina berharap memperoleh tambahan premium beroktan tinggi, sehingga mengurangi ketergantungan impor.

Selain PLBC, Kilang Cilacap juga tengah berjalan pembangunan residual fluid catalytic cracking (RFCC) yang groundbreaking-nya dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir 2011.

Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah melanjutkan lagi pembangunan fasilitas pengolahan onshore (OPF) di Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Proyek ini sebelumnya terhenti pekerjaannya akibat banjir. "Sekarang pekerjaan konstruksi telah kembali normal," kata Executive Vice President atau General Manager PHE ONWJ Jonly Sinulingga.

Jonly mengatakan, pembangunan platform lepas pantai masih sesuai jadwal, di mana saat ini tengah dibangun oleh PT Meindo Elang Indah di construction yard di Handil, Kalimantan Timur. "Semua long lead item sudah siap, sehingga kami yakin bahwa proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu," katanya.  ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya