Berita

Mau Koalisi, Rhoma Irama Malah Diminta Nyanyi Bujangan

JUMAT, 25 APRIL 2014 | 22:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Bakal Calon Presiden Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rhoma Irama menyambangi redaksi Rakyat Merdeka Group di Gedung Graha Pena, Jalan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan malam ini (Jumat, 26/4)

Dia tiba sekitar pukul 20.55 WIB dengan mengenakan batik lengan pendek berwarna hitam dengan motif bintang putih. Rhoma tampak bersama beberapa tim suksesnya, salah satunya Ramdhansyah, bekas Ketua Panwaslu DKI Jakarta.

Sebelum memulai dialog, sebagian awak Rakyat Merdeka meminta Rhoma Irama untuk bernyanyi.


"Mau nyanyi apa?" tanya Dirut Rakyat Merdeka, Margiono, yang memimpin dialog.

Ada yang meminta Rhoma menyanyikan Ani, dan sebagian lagi berharap ayah Ridho Roma itu membawakan lagu Bujangan.

"Ini mau koalisi kok (minta) lagu Bujangan," timpal Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka, Ratna Susilowati.

Didesak untuk membawakan lagunya, Rhoma menjawab diplomatis. Mengutip pepatah Arab, dia mengingatkan, jangan suruh penyanyi itu menyanyi. Nanti suaranya tidak akan keluar. "Biarkan saja dia menyanyi.

Rhoma kemudian menceritakan beberapa hal tentang lagunya. Salah satunya, Stop yang menurutnya, lagu paling kaya di dunia dalam hal aransmen dan lirik.

"Jadi kita mau ngomong apa nih?" tanya Rhoma setelah menjelaskan beberapa hal tentang lagunya.

Setelah itu, Margiono yang menghafal 90 persen lirik lagu-lagu Rhoma membuka obrolan. Perbincangan seputar kondisi kebangsaan dan alasan Rhoma terjun ke politik berlangsung selama sekitar 1,5 jam. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya