Berita

Jero Wacik

Wawancara

WAWANCARA

Jero Wacik: Hasil Survei Jadi Acuan Konvensi, Tapi Keputusan Di Majelis Tinggi

JUMAT, 25 APRIL 2014 | 09:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kalau tidak ada aral melintang, besok (Sabtu, 26/4) para  peserta konvensi capres Partai Demokrat akan melakukan debat terakhir. Setelah itu menunggu hasil survei untuk mengetahui tingkat elektabilitas mereka.

Hasil survei itu nanti digodok lagi di Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk menentukan pemenang konvensi. Orang itu nanti menjadi capres partai berlambang mercy tersebut.

Pertanyaannya, apakah Partai Demokrat mendapat tiket mengajukan capres. Itu semua tergantung mitra koalisi. Yang jelas, berdasarkan  hitung cepat sejumlah lembaga memperkirakan perolehan Demokrat berkisar antara 9 sampai 10 persen. Ini berarti tidak memenuhi syarat mengajukan capres, kecuali kalau berkoalisi dengan parpol lain.


Menanggapi hal itu, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik mengatakan, pihaknya tetap berupaya mengusung pemenang konvensi sebagai capres.

“Kami melakukan konvensi untuk mengusung capres. Demokrat tidak mengadakan konvensi cawapres. Apapun keputusannya, pemenang konvensi itu adalah capres,” tegas Jero Wacik kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Soal cawapres, lanjut  Menteri ESDM itu, Partai Demokrat belum membahasnya.

Demokrat menyerahkan keputusan itu kepada Majelis Tinggi.  “Berdasarkan AD/ART Partai Demokrat, keputusan pengusungan cawapres adalah kewenangan Majelis Tinggi. Itu mutlak, 100 persen diputusan oleh Majelis Tinggi,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana proses dalam menentukan pemenang konvensi capres, apa Majelis Tinggi berperan mutlak?
 Ini sudah kami sepakati di awal konvensi. Kami menegaskan, hasil survei adalah acuan utama penetapan pemenang konvensi.

Tapi, keputusan tetap diambil Majelis Tinggi. Sebab, Anggaran Dasar /Anggaran Rumah Tangga Demokrat menyatakan, keputusan pengusungan capres-cawapres adalah kewenangan Majelis Tinggi.

Apa Partai Demokrat mengusung capres dan cawapres, artinya ada dua orang yang digadang-gadang kepada mitra koalisi?
Soal Demokrat akan mengusung satu atau dua nama, itu nanti. Kami belum membahas sejauh itu. Kita tunggu hasil survei (capres) terakhir.

 Jika mengusung capres hasil konvensi, Demokrat harus membentuk koalisi baru, sejauh mana penggalangan poros itu sudah dilakukan?
Kami belum sampai kesana. Kami masih konsetrasi untuk menyelesaikan konvensi. Komunikasi politik terus dibangun oleh ketua umum kami dengan tokoh partai lain. Pada saatnya, kami akan melakukan koalisi.
 
Apakah SBY masih berpengaruh dalam pengusungan nama capres dan pembentukan poros baru tersebut?
Survei terakhir sejumlah koran ternama menyebut, popularitas SBY masih di atas 60 persen. Ini bukti kalau apa yang dikerjakan pemerintahan SBY dianggap baik oleh rakyat.  Hasil itu juga bisa diterjemahkan, rakyat masih senang Pak SBY.

Rakyat juga tahu kalau kinerja pemerintahan SBY, 100 persen didukung Partai Demokrat. Kondisi ini tentu berpengaruh pada pilpres mendatang.
 
Bukankah waktu untuk membentuk poros semakin sempit?
Dalam politik, semua kemungkinan bisa terjadi. Segalanya masih mungkin.
 
Jika pemenang konvensi tidak bisa menyaingi capres yang sudah ada, apa Demokrat akan mengusung calon di luar konvensi?
Demokrat hanya membahas 11 nama peserta konvensi. Di luar itu kami tidak pernah bahas. Kalau ada isu soal nama si A atau si B akan diusung, saya pastikan itu di luar pembahasan Demokrat.
 
Bagaimana dengan isu SBY menjadi cawapres?

Hal itu tidak perlu kami tanggapi. Tidak pernah ada pemikiran itu di Demokrat. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya