Berita

ilustrasi/net

Koalisi Partai Islam Diminta Segera Usung Nama Capres

KAMIS, 24 APRIL 2014 | 06:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Banyak kalangan menilai gaung koalisi partai Islam hanya sebatas penggembira jelang pileg. Untuk itu, koalisi ini harus digalang dengan serius dan segera memunculkan nama pasangan capres yang diajukan dalam pilpres.

"Ini penting karena elektabilitas dan popularitas tokoh Islam belum ada yang dominan," ujar mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Dedi Irawan saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online (Kamis, 24/4).

Menurutnya, jika pasangan capres dan cawapres koalisi Islam segera diumumkan, maka ide dan gagasan yang menjadi visi koalisi tersebut akan lebih cepat sampai ke masyarakat. Sehingga popularitas dan elektabilitas calon yang diusung bisa setara dengan pasangan capres kuat lainnya.


"Penentuan pasangan capres akan menguntungkan koalisi, terlebih dalam hal penggalangan massa dan pembumian visi misi yang diusung calon," ujar mahasiswa pascasarjana UI tersebut.

Lebih strategis, lanjut Dedi, jika koalisi partai Islam ini menggandeng partai nasionalis yang sudah memiliki capres kuat. Syaratnya, ada perwakilan dari koalisi partai Islam yang dijadikan pendamping capres kuat tersebut sebagai pengejawantahan tokoh Islam di pemerintahan mendatang.

"Kerjasama partai Islam dan nasionalis sangat strategis dalam membangun bangsa yang besar ini. Bukan tidak mungkin pasangan ini juga akan menang satu putaran," tandasnya. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya