Berita

MS Hidayat

Wawancara

WAWANCARA

MS Hidayat: Pak ARB Sudah Resmi Izinkan Saya Jadi Calon Ketum Golkar

RABU, 23 APRIL 2014 | 09:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Di tengah ada desakan evaluasi pencapresan Aburizal Bakrie, perebutan kursi Ketua Umum Partai Golkar juga mulai disuarakan.

Politisi senior Partai Golkar MS Hidayat, mengaku siap bertarung memperebutkan kursi orang pertama partai berlambang pohon beringin itu dalam Musyawarah Nasional (Munas) mendatang.

Menteri Perindustrian itu telah meminta izin kepada Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) mengenai niatnya tersebut.


“Saya sudah minta izin maju kepada Pak ARB, dan sudah resmi diizinkan jadi calon ketum Golkar,” ujar MS Hidayat kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Siapa yang sudah menyatakan siap maju dalam Munas?
Pak Agung Laksono juga su-dah bicara. Kita tunggu saja. Penetapannya harus disesuaikan dengan jadwal pemilihan capres.

Kapan nama-nama calon itu ditetapkan?
Setelah Pilpres 2014.

Anda sudah menggalang dukungan DPD?
Belum. Saat ini kita masih menjajaki program pilpres.

Apa ARB juga berencana mencalonkan diri?
Nggak. Di Golkar nggak ada yang maju dua kali.

Bagaimana dengan Jusuf Kalla?
Sampai saat ini, nggak ada wacana beliau jadi ketua umum lagi. Kalau dalam bursa cawapres, Pak JK (Jusuf Kalla) memang salah seorang calon di antara beberapa kader Golkar lainnya, seperti Pak Akbar Tandjung dan Pak Luhut Panjaitan.

Golkar akan mengevaluasi pencapresan ARB dan mengusung cawapres?
Saya sudah berkomunikasi dengan Pak ARB dan beberapa pimpinan yang lain.

Di antaranya Pak Luhut. Mereka tetap menetapkan pencalonan Pak ARB. Tapi, dengan siapa cawapresnya belum ada keputusan.

Apa kriteria cawapres pendamping ARB?
Menurut saya, cawapres yang akan dipilih Golkar adalah orang yang bisa memberikan nilai tambah dan kontribusi dukungan.

Artinya Partai Golkar siap dengan pembagian kekuasaan?
Saya nggak keberatan istilah koalisi dan membagi-bagi kursi atau power sharing. Selama dilakukan dengan niat dan tujuan baik, itu bukan sesuatu yang salah.

Di mana pun, pembentukan kabinet sebuah koalisi, kursi tidak dimonopoli sendiri, ada pembagian kekuasaan. Tapi, untuk kepentingan menjalankan program.

Ada kemungkinan ARB jadi cawapres?
Nggak. Beliau nggak mau. Menolak jadi cawapres.

Bagaimana dengan sejumlah kader Golkar yang disebut-sebut layak mendampingi Jokowi?
Ada tiga kelompok di Golkar yang menyuarakan itu. Ada yang mengusung Pak Jusuf Kalla, ada yang mendukung Pak Akbar Tandjung, dan ada juga yang mendukung Pak Luhut Panjaitan. Itu belum menyatu.

Ketua Umum bertugas membuat suatu pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya