Berita

Din Syamsudin

Wawancara

WAWANCARA

Din Syamsudin: Kami Mengetuk Hati Parpol Islam Agar Bersatu Dalam Pilpres 2014

RABU, 23 APRIL 2014 | 09:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyadari pihaknya tidak bisa menentukan parpol berbasis Islam untuk melakukan koalisi.

“Tapi kami mengetuk hati semua parpol Islam untuk bersatu dalam Pilpres 9 Juli 2014,’’ kata Din Syamsuddin usai menggelar rapat Forum Ukhuwah Islamiyah, di kantor MUI, Jakarta, Senin (21/4).

Din berharap, dalam pertemuan ormas-ormas Islam dengan pimpinan parpol Islam yang akan dilaksanakan satu, dua, atau tiga hari mendatang, ada kesepakatan seperti itu.


“Kami berharap semuanya akan hadir pada pertemuan ormas-ormas Islam itu,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa urgensinya parpol Islam harus bersatu?
Perolehan suara parpol Islam cukup signifikan dalam pileg lalu. Dalam hitungan sementara sebanyak 32 persen. Kalau digabung, jumlahnya lebih besar dari parpol mana pun.

Kalau bersatu, menjadikan parpol Islam sebagai kekuatan terbesar dari politik Indonesia. Suara ini jangan disia-siakan. Ini aspirasi umat yang masih menaruh harapan pada parpol Islam agar berjuang untuk mewujudkan norma-norma Islam dalam tingkat nasional Indonesia.

Tapi PPP sudah menyatakan mendukung Gerindra?
Kita lihat nanti dalam pertemuan tersebut. Kita berharap semuanya akan hadir pada pertemuan ormas-ormas Islam.

Kalau PPP tidak mau mengubah keputusan, bagaimana?
Ya, kita akan membicarakannya. Maka sangat tergantung pertemuan yang akan datang.

Selain islah, apa lagi yang bisa mempersatukan parpol Islam?
Ya, tanggung jawab mereka, berdasarkan pada Islam-nya. Maka mereka harus mempertanggungjawabkan nilai-nilai Islam. Dalam hal ini kepentingan umat Islam.

Kenapa tidak mendorong satu tokoh Islam untuk mempersatukan parpol Islam?

Kami tidak berada pada posisi itu. Karena kami bukan gerakan politik. Tapi ormas Islam sudah menyampaikan aspirasinya masing-masing. Istilahnya kami sudah mengetuk hati. Saya kira ini sudah sangat dalam.

Harusnya mereka menyadari kalau mendasarkan diri pada Islam dan mengkaitkan diri dengan Islam. Saya kira pendukungnya mayoritas umat Islam. Maka sewajarnya mereka taat pada peraturan.

Apa MUI didorong untuk menciptakan satu tokoh Islam?

Kita tidak didorong untuk itu.

Bukankah parpol yang berhak menentukan koalisi?

Mereka tentu punya hak, punya kewenangan untuk memutuskan.

Dalam pertemuan Forum Ukhuwah Islamiyah MUI, apa saja yang dibicarakan?
Tadi banyak yang bicara pemimpin. Kriterianya sesuai Al-Quran, seseorang yang betul-betul punya integritas moral, keimanan, dan punya kemampuan, sehingga bisa melakukan perubahan kehidupan bangsa.

Dari militer atau bukan?
Tadi kita tidak membahas itu. Figur tidak dibahas kali ini.

Apa tujuan dari Forum Ukhuwah Islamiyah MUI?

Dalam Forum Ukhuwah Islamiyah MUI, kami mengetuk hati para pimpinan partai-partai Islam dan berbasis massa Islam untuk membangun koalisi strategis. Ini didorong oleh begitu banyaknya dukungan.

Bahkan bisa saya sebut aspirasinya membanjir. Begitu juga dengan harapan, dan dambaan dari umat Islam kepada MUI serta kepada ormas-ormas Islam maupun dari orang per orang tokoh umat Islam agar mendorong parpol berbasis massa Islam untuk bersatu. Kami ingin mengakomodasi dan meneruskan aspirasi dan harapan umat Islam kepada parpol-parpol Islam. Kali ini kami sampaikan secara terbuka pernyataan bersama 67 ormas dan lembaga Islam ini.

Bagaimana dengan koalisi Indonesia Raya yang digagas Amien Rais?

Wah, itu urusannya Pak Amien Rais. Tapi saya kira koalisi itu baik-baik saja. Itu kumpulan dari partai-partai politik. Tapi kewajiban kami menyampaikan aspirasi umat kepada parpol-parpol itu. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya