Berita

Zulkarnaen

Wawancara

WAWANCARA

Zulkarnaen: Nggak Ada Unsur Politis Penetapan Hadi Poernomo Jadi Tersangka

RABU, 23 APRIL 2014 | 09:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wakil Ketua KPK Zulkarnaen mengaku belum tahu kapan bekas Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo akan ditahan.

”KPK belum melakukan penahanan karena masih mendalami kasus tersebut,’’ kata Zulkarnaen kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Senin (21) malam.

Seperti diketahui, Hadi Poernomo dihadiahi status tersangka di hari terakhir masa jabatannya sebagai Ketua BPK, Senin (21/4).


Hadi Poernomo dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi permohonan keberatan pajak Bank Central Asia (BCA) saat menjabat Dirjen Pajak periode 2002-2004. 

Hadi Poernomo diduga merugikan negara karena membatalkan surat risalah penolakan Direktorat PPH terhadap surat keberatan pajak BCA sebesar Rp 5,7 triliun pada tahun 2003.

Awalnya, BCA mengajukan keberatan pajak atas transaksi Non Performing Loan (NLP) senilai Rp 5,7 triliun kepada Direktur Pph.

Direktur Pph kemudian melakukan pengkajian dan penelaahan selama satu tahun, lalu menyampaikan hasil kajian dan telaah dalam surat pengantar risalah keberatan kepada Dirjen pajak. Isi dari kesimpulan itu berupa permohonan keberatan wajib pajak PT BCA ditolak.

Namun, Hadi malah mengirim surat ke Direktur Pph agar mengubah kesimpulan yang semula menolak diubah menjadi menerima permohonan BCA. Hadi mengabaikan fakta materi keberatan yang sama oleh BCA yang juga diajukan bank lain yang semestinya ditolak.

Lantaran dugaan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan Hadi, negara diduga dirugikan sekitar Rp 370 miliar. Akibat perbuatannya, Hadi dianggap melanggar pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Zulkarnaen selanjutnya mengatakan, pihaknya telah melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap Hadi Poernomo setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut kutipan selengkapnya:

Penetapan tersangka Hadi Poernomo cukup mengejutkan karena penyelidikannya tidak pernah diekspos. Kapan penyelidikannya dimulai?
Itu sudah melalui penyelidikan yang lama. Soal mulainya kapan, saya nggak ingat persis. Yang pasti, kasus itu sudah didalami cukup lama.

Dalam proses penyelidikannya, apa Hadi Poernomo pernah dipanggil?
Dalam proses penyelidikan ada pemanggilan. Penyelidikan memang tidak terlalu terbuka. Tapi, penjelasan dan keterangan dari terlapor kan biasanya ada.

Apa saja sangkaannya?
Yang jelas soal pajak BCA. Kerugian negara yang disebabkan oleh penyalahgunaan kewenangan menyangkut permasalahan pajak. Kalau tidak dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan, uang ini harusnya masuk ke kas negara.

Ada kasus pajak lainnya?
Nggak. Hanya fokus kasus itu.

Apakah kasus ini berpotensi menarik tersangka lain dari pihak perbankan maupun perpajakan?
Ya, kita fokus satu-satu dulu.

Kenapa Hadi ditetapkan sebagai tersangka di hari terakhir menjabat sebagai Ketua BPK?
Pendalamannya memang cukup lama. Untuk memperkuat keyakinan kami, KPK meminta bantuan sejumlah ahli pidana,  ahli perpajakan, dan beberapa ahli lain.

Setelah mereka memberi pendapat, kami semakin yakin kalau kasus ini harus ditingkatkan ke penyidikan.

Apa ada nuansa politis dalam penetapan Hadi Poernomo jadi tersangka, kok persis habis masa jabatannya sebagai Ketua BPK dan ultah ke 67 tahun?
Nggak ada unsur politis. Kalau bertepatan dengan waktu pensiun, itu kebetulan saja.  

Selama ini, BPK memasok data kerugian negara kepada KPK. Apa tidak khawatir ini akan mempengaruhi kerja sama kedua lembaga?

Kita berpikir positif saja. Kita nggak perlu berpikir sejauh itu. Kalau diyakini sebagai dugaan tidak pidana, ya harus ditindaklanjuti. Itu bagian dari tugas dan kompetensi masing-masing lembaga. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

Pemulihan Pasien Pasca-Stroke Lewat Teknologi Robotik, Siapa Takut?

Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:03

10 Film Hollywood Dirilis Sepanjang 2026, Ada Spider-Man hingga Avengers: Doomsday

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:43

Huntara Bener Meriah Ditargetkan Siap Huni Jelang Ramadan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:21

Perbaikan Program MBG untuk Indonesia Emas Menggema di Yogyakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:00

BNI Lanjutkan Aksi Bersih Pantai dengan Dukungan Sarana TPS3R Sekar Tanjung di Bali

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:54

Masuk Angin Vs GERD, Obat Herbal Tak Selalu Aman

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:09

Prabowo Curhat Tiap Mau Berantas Korupsi Ada Kerusuhan dan Adu Domba

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:51

PDIP Ajak Teladani Perjuangan Fatmawati Soekarno

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:15

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:48

Kawal Ketat Pergub Penggunaan Air Tanah di Gedung Jakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:27

Selengkapnya