Berita

Akbar Tandjung

Wawancara

WAWANCARA

Akbar Tandjung: Kami Tak Pernah Diajak Bicara Soal Koalisi Dengan Hanura

KAMIS, 17 APRIL 2014 | 10:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mumpung masih ada waktu, Partai Golkar perlu segera menggelar  Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) untuk evaluasi perolehan suara dalam pileg dan pencapresan Aburizal Bakrie (ARB).

“Hasil Pileg 2014 jauh dari target. Partai Golkar tidak bisa mengusung capres secara langsung. Makanya, perlu ada pembicaraan, pembahasan tentang apa yang menjadi penyebabnya. Ini perlu dievaluasi,” tegas  Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, kepada Rakyat Merdeka, Selasa (15/4).

Saat kampanye Pileg 2014, lanjut Akbar,  Ketua Umum Partai Golkar ARB menyebut target perolehan suara Golkar sebesar 30 persen  atau 170 kursi di parlemen. Namun, berdasarkan simulasi sejumlah lembaga survei perolehan suara Golkar tidak meningkat secara signifikan. Bahkan terjadi penurunan perolehan kursi di parlemen.


“Sejumlah lembaga memprediksi, kursi Golkar hasil pileg 2014 berkisar antara 83 sampai 96 kursi. Saat ini, kursi yang dimiliki Golkar di parlemen adalah 106 kursi, jadi turun. Kita tahu, untuk mengusung pasangan capres dibutuhkan 25 persen perolehan suara secara nasional atau 20 persen kursi di parlemen.

Makanya, DPP harus menjelaskan, ini prioritas utama,”  paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bukankah Golkar akan semakin tertinggal jika menunggu pelaksanaan Rapimnas?
Fokus kita saat ini kan pileg, dilanjutkan dengan pilpres. Nah, kalau Pak ARB mengatakan mau maju terus, ya kita lihat dulu, kita perlu berbicara dulu.

Apalagi, Golkar tidak bisa langsung mencalonkan presiden. Kita tahu, suaranya hanya sekitar 14-15 persen dan kursinya turun.

Jika ingin berkoalisi, seyogyanya DPP Golkar mengajak atau meminta saran Dewan Pertimbangan. Itulah salah satu permintaan surat kami sebelumnya. Namun, sampai hari ini DPP tidak pernah mengajak dan meminta saran Dewan Pertimbangan.

Saya dengar, Golkar akan berkoalisi dengan Partai Hanura. Itu pun dari media. Kami tidak pernah diajak bicara soal itu.
 
Artinya, pembicaraan soal koalisi tidak harus melalui Rapimnas?
Kalau mau mengambil keputusan yang cepat, ya tidak perlu menunggu pelaksanaan Rapimnas. Agendanya, Rapimnas memang setelah pelaksanaan pileg.

Tapi, kalau DPP ingin mengejar waktu, mereka bisa menulis surat resmi atau berkomunikasi langsung dengan Dewan Pertimbangan. Partemuannya bisa dilakukan secara informal. Semuanya kan tinggal di Jakarta. Kediaman masing-masing anggota Dewan Pertimbangan juga diketahui pengurus DPP.
 
Jika koalisi sudah disepakati, apa yang akan dibahas dalam Rapimnas nanti?
Rapimnas adalah forum bagi DPP untuk menjelaskan soal ketidakberhasilan target atau apa yang diamanatkan organisasi, baik Munas (Musyawarah Nasional) atau Rapimnas. Resminya pertanggungjawaban itu dilakukan pada Munas. Tapi dalam Rapimnas nanti harus mulai dijelaskan.

Berarti tidak akan ada evaluasi pencapresan ARB?
Saat ini, saya baru bisa bicara soal evaluasi pencapaian target partai. Bagaimana dinamika dalam forum nanti, saya belum bisa memprediksi. Bisa saja ada suara-suara evaluasi di luar hasil pileg.

Kita sudah menetapkan, capres Golkar adalah ARB. Sejauh Golkar berhak menetapkan pencalonan presiden, ya calonnya ARB. Tidak ada calon lain.

Kecuali, ada pikiran-pikiran baru dalam Rapimnas nanti. Itu kita lihat nanti. Biar partai memutuskan itu. Sebab, penetapan ARB sebagai capres juga melalui Rapimnas. Kalau ada yang mau dikoreksi terhadap Rapimnas sebelumnya, ya harus lewat Rapimnas juga.

Bagaimana aspirasi kader daerah tentang pencapresan ARB?

Saya belum mengamati itu. Beberapa pekan ini, saya masih fokus pada suksesi pemilu legislatif. Saya belum menanyakan soal lain, karena masih fokus di sana.
 
Komunikasi saya dengan kader di berbagai daerah masih terbatas pada hasil suara pileg. Saya hanya tanya berapa hasil suaranya, apakah meningkat atau turun. Kemudian berapa perolehan kursinya.

Antara situasi sekarang dengan Rapimnas yang akan datang, saya tidak bisa memastikan. Saat ini, saya tidak belum tahu kearah mana pikiran-pikiran itu. Bagaimana dinamikanya, kita lihat saja nanti.
 
Sejumlah pihak menuding Anda memiliki andil terhadap stagnasi perolehan suara Golkar, ini bagaimana?
Saya sudah sangat fokus untuk Pileg. Saya kampanye mulai tanggal 16 Maret hingga 5 April. Saya kampanye di 15 provinsi dan menyambangi langsung 33 lokasi kampanye. Saya sudah melakukan tugas saya. Itu komitmen saya.

Mengenai cawapres, saya sudah menjawab. Saya bilang, saya bersedia menjadi cawapres kalau ada yang mengajak. Itu sikap saya. Harusnya, pertanyaan atau pernyataan yang sama diajukan juga kepada Pak JK (Jusuf Kalla). Saya dan beliau kan sama-sama bekas Ketua Umum Golkar.   ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya