Berita

Maftuh Basyuni

Wawancara

WAWANCARA

Maftuh Basyuni: Kami Ingin Secepatnya Dapatkan Putusan Mengenai Konvensi...

RABU, 16 APRIL 2014 | 09:22 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Konvensi Capres Partai Demokrat dinilai berperan besar mendongkrak suara Partai Demokrat dalam pemilu legislatif  lalu.

”Kalau tidak ada gelaran kon­ven­si capres, saya yakin suara Partai Demokrat tidak sebagus se­karang,” kata Ketua Komite Kon­­vensi Capres Partai De­mok­rat Maftuh di Kantor Kemen­kop­olhukam, Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, berdasarkan  quick count Partai Demokrat men­dapat di kisaran 9 sampai 10 persen dalam Pileg 9 April lalu. Ini tentu jauh merosot bila diban­dingkan Pemilu 2009 yang me­raih lebih 20 persen suara. Saat itu partai berlambang mercy itu  sebagai pemenang pemilu.


Partai yang dikomandoi SBY itu sempat diprediksi hanya men­dapat empat sampai lima persen ka­rena didera sejumlah kasus ko­rupsi yang menimpa oknum ka­dernya.

Mahtuh Basyuni selanjutnya mengatakan, pihaknya merasa yakin ada pengaruh konvensi ca­pres untuk mendongkrat per­oleh­an Partai Demokrat, sehingga men­dapat di kisaran 9 sampai 10 persen.

Berikut kutipan selengkapnya:

Sejumlah kalangan menilai, kon­vensi sia-sia karena suara Partai Demokrat anjlok dalam pileg lalu, ini bagaimana?
Orang boleh saja menyatakan itu. Tapi menurut saya bukan itu masalahnya. Justru perolehan su­ara Demokrat dipengaruhi oleh kon­vensi. Kalau tidak ada ge­la­ran konvensi, saya yakin suara Demokrat tidak akan sebagus se­karang.

Kenapa Anda bilang begitu?
Sampai saat ini cara yang ter­baik menjaring calon pimpinan adalah konvensi. Rakyat tahu per­­sis siapa calon pemimpin yang mereka akan pilih.

Konvensi itu merupakan de­mok­rasi yang sesungguhnya. Semua bisa masuk ke Partai De­mokrat dan bisa dicalonkan ole­h Demokrat. Nanti ma­syarakat ya­ng akan memilih salah satunya.

Bagaimana kelanjutan kon­vensi capres Partai Demokrat pasca pileg?
Kami juga masih menunggu hasil pileg. Nanti akan dipu­tus­kan oleh Majelis Tinggi Partai De­mokrat. Insya Allah akan ada pu­tusan dalam waktu dekat. Se­be­narnya kami juga ingin men­da­patkan keputusan konvensi se­ce­patnya.

Komite konvensi tidak bisa men­desak Majelis Tinggi Par­tai Demokrat?

Kami tidak dalam kapasitas menentukan kapan pengumuman kon­vensi. Kami hanya menja­lan­kan tugas sesuai dengan keten­tu­an yang berlaku. Selain itu, ko­mite dibentuk hanya untuk me­nye­diakan satu calon presiden  untuk Partai Demokat.

Apa panitia konvensi sudah melakukan pertemuan dengan SBY usai pileg?

Belum ada pertemuan pasca pileg. Belum ada komunikasi de­ngan Partai Demokrat.

Bagaimana jika ada peserta konvensi yang mengundurkan diri?
Kalau peserta boleh saja me­ngu­n­durkan diri. Silakan saja. Tidak ada aturan yang mengikat mereka. Tapi kalau kami di k­o­mite kon­vensi tidak boleh ada yang mundur sampai gelarannya selesai.

Sudah adakah info siapa ya­ng paling berpeluang men­ja­di pemenang konvensi?

Belum ada. Kami tidak mem­pu­nyai hak untuk menentukan sia­pa yang akan menjadi peme­nang. Semuanya berada di tangan Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Apa Anda setuju dengan wa­cana pembubaran konvensi?

Saya setuju saja kalau memang itu menjadi keputusan yang ter­baik. Saya pasti akan ikut senang. Konvensi selesai, maka tugas saya juga selesai. Waktu  saya ja­di le­bih santai. Saya jadi punya wak­tu untuk bermain dengan cu­cu-cucu saya di rumah.

Bagaimana dengan survei kon­vensi tahap kedua?

Survei tahap kedua belum ber­jalan. Kami masih libur. Belum ada kegiatan yang kami lakukan hing­ga sekarang. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

KKB dan Ancaman Nyata terhadap Kemanusiaan di Papua

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:59

Telkom Turunkan 20 Ribu Personel Amankan Layanan Telekomunikasi

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:40

Salat Id Sambil Menikmati Keindahan Gunung Sumbing dan Sindoro

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:19

PKS Minta DPR dan Pemerintah Rombak APBN 2026

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:55

Ketika Gerakan Rakyat Kehilangan Akar

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:35

BGN Perketat Pengawasan Sisa Pangan dan Limbah MBG

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:15

Tokoh Perempuan Dorong Polri Telusuri Dugaan Aliran Dana Asing

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:59

Arsitek Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu di Timor Leste

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:33

Pertemuan Prabowo-Megawati Panggilan Persatuan di Tengah Kemelut Global

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:13

Pengamanan Selat Bali

Jumat, 20 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya