. Sejak beberapa waktu lalu, mantan KSAD Ryamizard Ryacudu santer dikabarkan menjadi salah satu kandidat cawapres Jokowi. Minggu kemarin (13/4), Ryamizard Ryacudu bertemu dengan Jokowi. Keduanya menjadi saksi pernikahan anak dari mantan politisi Demokrat Sys NS di Hotel Bidakara, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan.
Ada yang menilai, keakraban ini bisa menjadi sinyal positif Jokowi akan berpasangan dengan Ryamizard dalam Pilpres. Meski demikian, Jokowi sendiri masih enggan berkomentar banyak soal sosok sosok Ryamirzard.
"Rahasia," kata Jokowi. Tak hanya itu, Gubernur DKI Jakarta itu juga merahasiakan lima kandidat bakal calon lima nama calon pendampingnya sebagai Calon Wakil Presiden.
Namun yang jelas, Jokowi menyatakan ada dari unsur ekonom, militer, politikus. "Ada yang partai, ada yang bukan, ada yang dari partai islam, usianya ada di atas (saya), ada yang lebih muda (usia saya). Nantilah, sabar," ujar Jokowi.
Sementara itu, Ryamizard saat ditanya kesiapannya menjadi pendamping Jokowi juga tak berkomentar banyak. Diungkapkannya, dirinya tak pernah berharap-harap soal jabatan apapun termasuk menjadi cawapres. Meski demikian ia menegaskan, sebagai mantan prajurit TNI dirinya selalu siap dengan tugas apapun yang diberikannya.
"Sama halnya dulu waktu saya aktif di TNI, saya selalu siap untuk ditugaskan dimana saja. Saya hanya berfikir kerja dan kerja," ujarnya.
Soal hubungannya dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), khususnya dengan Megawati Soekarnoputri, Ryamizard mengaku selama ini baik-baik saja. Komunikasi yang terjalin pun cukup baik. Namun, ucapnya, komunikasi yang terjalin selama ini tak pernah berkaitan dengan hal politik. Sebab baginya, menjalin hubungan silaturahmi dengan siapapun memang menjadi kewajiban bagi setiap umat manusia.
"Saya sudah lama kenal dengan bu Mega, hubungan dan komuikasi juga selama ini terjalin dengan baik. Tapi komunikasi selama ini tak pernah menyinggung soal urusan politik," tandas Ryamizard.
[ysa]