Perhitungan suara pemilih pos dan drop box pemilu luar negeri akan berakhir pada Selasa 15 April 2014 dan diterima KPU Pusat pada 17 April 2014. Namun banyaknya masa jeda saat proses rekapapitulasi di Kuala Lumpur berpotensi membuat perhitungan suara menjadi terlambat target.
Sebagaimana disampaikan ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) se-Malaysia Gushairi bahwa jeda saat proses rekapitulasi pernah terjadi selama tiga hari usai pencoblosan di TPS pada tanggal 6 lalu. Teranyar, Panitia Pemilihan Luar Negeri Kuala Lumpur secara tiba-tiba mengumumkan permintaan jeda lagi atas rekapitulasi surat suara tadi malam (Jumat, 11/4).
PPLN berdalih memberi kesempatan pada sekitar 500 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) beristirahat sejenak sekaligus mendistribusikan honor petugas setelah tiga hari melaksanakan rekapitulasi TPS, Drop Box dan Pemilih Pos," jelas Gushairi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 12/4).
Akibatnya, WNI di Kuala Lumpur bertanya-tanya akan keputusan sepihak PPLN Kuala Lumpur yang cenderung menunda-nunda dalam menuntaskan rekapitulasi ratusan ribu surat suara pemilihan drop box dan pos tersebut. Secara logika sederhana, kata dia, dengan jumlah anggota KPPSLN yang demikian banyak, sepatutnya SDM yang ada bisa lebih efektif terkelola, tanpa mengambil risiko penundaan rekapitulasi yang bisa berakibat kerawanan akan manipulasi
"Wajar bila muncul sentimen akan potensi kerawanan atas pengelolaan ratusan ribu surat suara yang belum terhitung, apalagi tidak ada CCTV," tambahnya.
Untuk itu, Gushairi mengimbau pada PPLN Kuala Lumpur untuk lebih arif dan konsisten memenuhi target KPU Pusat dalam menjalankan peran penyelenggaraan pemilu di Malaysia.
"Sehingga tidak membuka ruang sedikitpun bagi terjadinya manipulasi amanah WNI di Luar Negeri," tutup Gushairi.
[ian]